Indonesia Masuk 10 Besar Destinasi Kuliner Dunia 2026, Ini Daftarnya

Indonesia Masuk 10 Besar Destinasi Kuliner Dunia 2026, Ini Daftarnya Wisata tidak lagi hanya berpusat pada pantai, bangunan bersejarah, pusat perbelanjaan, atau pemandangan alam. Banyak pelancong kini memilih negara tujuan berdasarkan makanan yang ingin mereka cicipi. Pasar tradisional, warung keluarga, kedai kaki lima, rumah makan legendaris, hingga restoran modern ikut menjadi bagian utama dalam penyusunan perjalanan.

TasteAtlas Awards 2025/2026 menempatkan Indonesia dalam jajaran 10 besar kuliner terbaik dunia. Daftar tersebut disusun berdasarkan 590.228 penilaian valid terhadap 18.912 makanan yang tersimpan dalam basis data TasteAtlas. Hasilnya memperlihatkan persaingan ketat antara negara Eropa, Asia, dan Amerika Selatan, dengan Italia berada di posisi pertama serta Indonesia menempati urutan kesepuluh.

Peringkat ini pada dasarnya menilai kualitas kuliner, bukan indeks resmi pariwisata. Namun, kekuatan makanan tradisional dapat menjadi alasan penting untuk mengunjungi sebuah negara. Pengalaman mencicipi hidangan langsung di tempat asalnya menawarkan suasana, bahan, teknik memasak, dan kebiasaan makan yang sulit ditemukan dalam versi restoran di luar negeri.

Cara TasteAtlas Menentukan Peringkat Kuliner Dunia

TasteAtlas dikenal sebagai ensiklopedia makanan tradisional yang mencatat hidangan, bahan pangan, produsen, dan rumah makan dari berbagai negara. Nilai suatu negara diperoleh dari rata rata penilaian terhadap makanan yang terhubung dengan tradisi kulinernya. Sistem juga menyaring penilaian yang dianggap tidak sah agar hasil akhirnya tidak hanya ditentukan oleh jumlah suara.

Daftar 2025/2026 menggunakan ratusan ribu penilaian terhadap hampir 19 ribu makanan. Karena berbasis penilaian pengguna, hasilnya tetap memiliki unsur selera pribadi. Posisi dalam daftar juga dapat berubah pada edisi berikutnya ketika jumlah penilaian bertambah atau makanan baru dimasukkan ke dalam basis data.

Peringkat tersebut tidak berarti negara di luar 10 besar memiliki makanan buruk. Daftar ini lebih tepat digunakan sebagai pintu masuk untuk mengenali negara dengan kekayaan hidangan yang memperoleh penilaian tinggi. Setiap wilayah bahkan dapat mempunyai pengalaman makan yang sangat berbeda meskipun berada dalam satu negara.

“Wisata kuliner terbaik tidak selalu ditemukan di restoran mahal. Pengalaman paling kuat sering muncul di pasar, kedai kecil, dan meja makan keluarga yang mempertahankan resep turun temurun.”

1. Italia, Kesederhanaan Bahan yang Menghasilkan Rasa Kuat

Italia menduduki peringkat pertama dengan nilai 4,64. Keunggulan negara ini terletak pada kemampuannya mengolah bahan yang relatif sederhana menjadi hidangan berkarakter kuat. Tepung, tomat, minyak zaitun, keju, daging, dan herba digunakan dalam susunan yang berbeda di setiap daerah.

TasteAtlas menempatkan pizza Napoletana, truffle putih Alba, Parmigiano Reggiano, Prosciutto di San Daniele, dan pasta ncasciata sebagai beberapa produk yang patut dicoba. Setiap makanan tersebut berkaitan erat dengan wilayah asal, metode produksi, dan standar bahan tertentu.

Napoli menjadi tujuan utama bagi pencinta pizza, sedangkan Emilia Romagna terkenal melalui pasta, keju, dan produk daging. Bologna menawarkan tagliatelle al ragù serta tortellini, sementara Sisilia menghadirkan arancini, pasta alla Norma, cannoli, dan sajian laut.

Wisata kuliner di Italia juga mudah disusun berdasarkan kota. Pelancong dapat mendatangi pasar pagi, toko keju, kedai espresso, gelateria, trattoria keluarga, dan restoran dengan menu musiman. Kebiasaan makan yang berbeda antara wilayah utara dan selatan membuat perjalanan lintas kota terasa seperti mengunjungi beberapa tradisi kuliner sekaligus.

2. Yunani, Sajian Mediterania dari Laut dan Pegunungan

Yunani berada di posisi kedua dengan nilai 4,60. Kuliner negara ini dibangun oleh minyak zaitun, sayuran, ikan, daging panggang, keju, kacang kacangan, yoghurt, madu, dan herba. Cara penyajiannya cenderung tidak berlebihan sehingga rasa asli bahan tetap terasa.

Produk yang memperoleh nilai tinggi mencakup Finiki Lakonias, pistachio Aegina, fava Santorini, kontosouvli, serta minyak zaitun Kolymvari dari Kreta. Daftar tersebut memperlihatkan bahwa kekuatan Yunani tidak hanya datang dari hidangan populer, tetapi juga hasil pertanian yang terkait dengan daerah tertentu.

Athena menyediakan pilihan lengkap dari pasar tradisional sampai restoran kontemporer. Thessaloniki dikenal melalui budaya kedai, pastri, makanan panggang, dan pengaruh kuliner Balkan. Pulau Kreta menawarkan daging antikristo, dakos, keju lokal, minyak zaitun, sayuran liar, dan makanan berbahan hasil pertanian setempat.

Santorini tidak hanya menawarkan pemandangan kaldera. Pulau tersebut memiliki tomat kecil, kacang fava, kapari, ikan, dan anggur yang tumbuh dalam kondisi tanah vulkanik. Hidangan Yunani juga erat dengan kebiasaan berbagi beberapa piring di meja, membuat perjalanan kuliner terasa lebih akrab.

3. Peru, Pertemuan Andes, Pesisir, dan Hutan Amazon

Peru memperoleh nilai 4,54 dan menempati posisi ketiga. Negara ini memiliki bentang alam yang luas, mulai dari pesisir Pasifik, Pegunungan Andes, hingga kawasan Amazon. Perbedaan lingkungan tersebut menghasilkan bahan dan teknik memasak yang sangat beragam.

TasteAtlas merekomendasikan salsa ocopa, aji criollo, conchitas a la parmesana, chocotejas, serta pollo a la brasa. Lima makanan itu memperlihatkan rentang rasa Peru, dari saus cabai dan rempah, kerang panggang berkeju, cokelat isi, hingga ayam panggang yang mudah ditemukan di banyak kota.

Lima menjadi pusat perjalanan kuliner dengan ceviche sebagai salah satu sajian utama. Ikan segar direndam dalam jeruk nipis dan dipadukan dengan bawang, cabai, jagung, serta ubi. Kota ini juga terkenal melalui lomo saltado yang memperlihatkan pertemuan teknik tumis China dengan bahan khas Peru.

Di Cusco dan wilayah Andes, wisatawan dapat menemukan kentang dalam banyak jenis, jagung berukuran besar, quinoa, sup hangat, dan daging yang dimasak perlahan. Arequipa memiliki tradisi picantería, yaitu rumah makan yang menyajikan hidangan bercita rasa tegas seperti rocoto relleno dan chupe de camarones.

4. Portugal, Negeri Hidangan Laut dan Pastri Berlapis

Portugal berada di urutan keempat dengan nilai 4,53. Negara di tepi Samudra Atlantik ini mempunyai hubungan panjang dengan ikan, kerang, garam, minyak zaitun, roti, daging, dan hasil perkebunan anggur.

Pastel de Belém, ham Alentejo, minyak zaitun Trás os Montes, daging sapi Azores, serta Carne Barrosã termasuk produk yang direkomendasikan oleh TasteAtlas. Komposisi tersebut menunjukkan perpaduan antara makanan manis, hasil peternakan, dan produk pertanian.

Lisbon menjadi tempat terbaik untuk mencicipi bacalhau, sarden panggang, bifana, hidangan laut, dan pastel de nata. Porto memiliki francesinha, sandwich berlapis daging yang disiram saus pekat dan biasa disajikan dengan kentang goreng. Kota tersebut juga dekat dengan kawasan penghasil port wine di Lembah Douro.

Wilayah Algarve banyak menggunakan ikan dan kerang, sedangkan Madeira memiliki espetada serta bolo do caco. Kepulauan Azores menawarkan produk susu, keju, daging, dan makanan yang memanfaatkan kondisi geotermal di beberapa lokasi.

5. Spanyol, Setiap Daerah Memiliki Meja Makan Berbeda

Spanyol menempati urutan kelima dengan nilai 4,53. Meski memperoleh nilai sama dengan Portugal, posisinya berada satu tingkat di bawah berdasarkan susunan TasteAtlas. Negara ini memiliki tradisi kuliner daerah yang sangat kuat, sehingga makanan di Basque, Catalonia, Andalusia, Galicia, dan Valencia memiliki ciri berlainan.

Jamón ibérico de bellota, persik Calanda, paprika La Vera, saffron La Mancha, dan susu bersertifikat peternakan menjadi produk yang mendapat nilai tinggi. Daftar tersebut memperlihatkan pentingnya bahan berkualitas dalam masakan Spanyol.

San Sebastián dikenal melalui bar pintxos yang memungkinkan pengunjung mencicipi banyak porsi kecil dalam satu malam. Valencia menjadi tempat asal paella, sementara Galicia terkenal dengan gurita, kerang, kepiting, dan makanan laut Atlantik.

Andalusia menawarkan gazpacho, salmorejo, ikan goreng, jamón, dan budaya tapas. Madrid memiliki cocido madrileño, bocadillo de calamares, serta pasar makanan yang memadukan sajian tradisional dan modern. Pengunjung dapat membangun perjalanan berdasarkan kota tanpa menemukan menu yang terasa sama.

6. Jepang, Ketelitian dari Bahan sampai Penyajian

Jepang meraih nilai 4,49 dan berada di posisi keenam. Kuliner Jepang sering dikaitkan dengan sushi dan ramen, tetapi pilihan makanannya jauh lebih luas. Setiap wilayah memiliki kaldu, mi, hasil laut, makanan panggang, acar, dan hidangan rumahan sendiri.

Wagyu, tuna akami, gyoza Hamamatsu, negitorodon, dan sushi otoro nigiri termasuk makanan yang direkomendasikan TasteAtlas. Produk tersebut menunjukkan perhatian besar terhadap kualitas daging dan ikan, teknik pemotongan, suhu penyajian, serta keseimbangan rasa.

Tokyo menawarkan hampir seluruh jenis kuliner Jepang, mulai dari kedai di bawah jalur kereta sampai restoran omakase. Osaka dikenal dengan takoyaki, okonomiyaki, dan kushikatsu. Kyoto mempertahankan kaiseki, yudofu, wagashi, serta masakan yang berkaitan dengan kuil.

Hokkaido menjadi tujuan untuk makanan laut, produk susu, sup kari, miso ramen, dan jingisukan. Fukuoka terkenal dengan tonkotsu ramen dan kedai yatai yang buka pada malam hari. Pelancong juga dapat menikmati ekiben, kotak makanan yang dijual di stasiun dan dirancang sesuai identitas daerah.

7. Turki, Persimpangan Rasa Anatolia dan Mediterania

Turki menduduki peringkat ketujuh dengan nilai 4,49. Posisi geografisnya mempertemukan pengaruh Anatolia, Balkan, Kaukasus, Mediterania, dan Timur Tengah. Hasilnya terlihat pada roti, kebab, hidangan sayur, makanan berbahan yoghurt, pastri, kacang, dan makanan manis.

TasteAtlas memasukkan kahvaltı, pistachio Antep, piliç Topkapı, tombik döner, dan kalamar tava sebagai pilihan unggulan. Kahvaltı merupakan sarapan dengan banyak piring berisi keju, zaitun, telur, tomat, mentimun, roti, selai, madu, dan teh.

Istanbul menjadi pusat kuliner dengan kedai kebab, toko baklava, restoran ikan, penjual simit, serta rumah makan yang menyajikan hidangan rumahan. Gaziantep terkenal melalui pistachio, baklava, kebab, dan masakan bercita rasa pekat.

Wilayah pesisir Aegea banyak menyajikan sayuran, minyak zaitun, herba, dan makanan laut. Anatolia tengah dikenal dengan roti, daging, yoghurt, serta hidangan yang dimasak perlahan. Perjalanan lintas wilayah memberi gambaran luas mengenai keragaman kuliner Turki.

8. China, Ragam Masakan yang Tidak Bisa Diwakili Satu Menu

China berada di posisi kedelapan dengan nilai 4,48. Luas wilayah dan perbedaan iklim melahirkan banyak aliran masakan. Makanan Sichuan, Kanton, Hunan, Shandong, Jiangsu, Zhejiang, Fujian, dan Anhui memiliki teknik serta susunan rasa tersendiri.

Dumpling kukus, Lanzhou lamian, kecap ringan, bumbu yuxiang, dan siu mei masuk dalam pilihan TasteAtlas. Hidangan tersebut mewakili teknik mengukus, menarik mi dengan tangan, memanggang daging, dan menyusun saus berlapis.

Chengdu menjadi tujuan untuk hot pot, mapo tofu, dan hidangan dengan cabai serta lada Sichuan. Guangzhou menawarkan dim sum, angsa panggang, daging panggang Kanton, dan makanan laut. Xi’an memperlihatkan pengaruh Jalur Sutra melalui mi lebar, roti isi daging, dan penggunaan jintan.

Shanghai dikenal dengan xiaolongbao, makanan rebus berbumbu kecap, serta sajian bercita rasa sedikit manis. Beijing memiliki bebek panggang, jianbing, dan berbagai makanan berbahan gandum. Karena wilayahnya sangat luas, perjalanan kuliner ke China sebaiknya difokuskan pada satu atau dua provinsi.

9. Prancis, Teknik Klasik Bertemu Produk Daerah

Prancis memperoleh nilai 4,48 dan berada di urutan kesembilan. Negara ini terkenal melalui teknik dapur yang diajarkan di sekolah kuliner internasional, tetapi kekuatan utamanya juga berasal dari keju, roti, mentega, daging, hasil laut, buah, dan produk pertanian daerah.

Châteaubriand, keju Saint Félicien, madu Provence, truffle hitam Périgord, serta crêpes manis termasuk sajian yang direkomendasikan TasteAtlas. Setiap produk terhubung dengan wilayah dan kebiasaan makan yang berbeda.

Paris menawarkan bistro, boulangerie, pâtisserie, pasar, restoran klasik, dan tempat makan kontemporer. Lyon dikenal sebagai salah satu pusat gastronomi Prancis dengan bouchon yang menyajikan makanan khas setempat. Bordeaux memiliki hubungan kuat dengan anggur, daging, canelé, dan hasil laut dari pesisir Atlantik.

Provence mengandalkan minyak zaitun, tomat, bawang putih, herba, dan makanan laut. Normandia terkenal melalui mentega, krim, apel, serta keju. Alsace memperlihatkan percampuran pengaruh Prancis dan Jerman pada roti, daging, kubis, serta pastri.

“Peringkat kuliner menjadi lebih berguna ketika wisatawan tidak hanya mengejar makanan terkenal, tetapi juga mendatangi daerah asal bahan dan berbicara dengan orang yang mengolahnya.”

10. Indonesia, Ribuan Pulau dengan Tradisi Rasa yang Berlapis

Indonesia menempati posisi kesepuluh dengan nilai 4,48, sejajar secara angka dengan China dan Prancis. Nasi Padang mendapat nilai 4,8, disusul bawang goreng dan sate kambing dengan nilai 4,7. Siomay serta soto Betawi memperoleh nilai 4,6 dan masuk dalam daftar makanan Indonesia yang paling dianjurkan untuk dicoba.

Posisi ini memperlihatkan kekuatan Indonesia sebagai tujuan perjalanan berbasis makanan. Setiap daerah mempunyai racikan bumbu, bahan utama, cara memasak, dan aturan penyajian yang berbeda. Sumatra dikenal melalui penggunaan santan, cabai, rempah, ikan, daging, dan teknik memasak lama. Jawa menawarkan rasa gurih, pedas, manis, serta aneka makanan berbahan kedelai dan hasil pertanian.

Jakarta dapat menjadi pintu masuk karena menyediakan soto Betawi, kerak telor, nasi uduk, ketoprak, gado gado, bubur ayam, bakso, dan makanan dari berbagai daerah. TasteAtlas juga memasukkan restoran 1945 di Jakarta Pusat ke dalam kelompok rumah makan tradisional ikonis Indonesia.

Sumatra Barat menghadirkan pengalaman makan melalui rumah makan Padang. Pengunjung tidak hanya mencicipi rendang, tetapi juga gulai tunjang, dendeng, ayam pop, gulai otak, sambal hijau, daun singkong, dan berbagai lauk yang disusun di meja. Nasi Padang memperoleh nilai tertinggi di antara pilihan Indonesia pada daftar TasteAtlas.

Yogyakarta dan Solo menawarkan gudeg, sate klathak, tengkleng, selat Solo, timlo, nasi liwet, jenang, dan jajanan pasar. Jawa Timur memiliki rawon, rujak cingur, sate Madura, lontong balap, tahu campur, serta pecel. Bali menghadirkan babi guling, ayam betutu, sate lilit, lawar, dan nasi campur, disertai banyak warung yang mempertahankan resep keluarga.

Sulawesi mempunyai coto Makassar, konro, pallubasa, ikan bakar, bubur Manado, tinutuan, dan rica rica. Kalimantan menawarkan soto Banjar, ketupat kandangan, nasi kuning, olahan ikan sungai, dan makanan berbahan hasil hutan. Maluku serta Papua membawa kekayaan sagu, papeda, ikan kuah kuning, hasil laut, umbi, dan bumbu lokal.

Daftar TasteAtlas juga menempatkan Dapur Bali Mula, Warung Mak Beng, Warung Mek Juwel Nasi Campur Ayam, Raf Babi Krispi, dan 1945 Restaurant sebagai beberapa rumah makan ikonis Indonesia. Pilihan itu memperlihatkan bahwa pengalaman kuliner Indonesia dapat ditemukan dari warung sederhana di Bali sampai restoran Indonesia bergaya resmi di ibu kota.

Bagi wisatawan, kekuatan Indonesia terletak pada pilihan rute yang hampir tidak terbatas. Perjalanan dapat difokuskan pada rumah makan Minangkabau, jajanan Jawa, sajian laut Sulawesi, rempah Maluku, kopi Nusantara, atau kuliner pasar tradisional. Satu kunjungan ke satu kota belum cukup untuk mewakili seluruh kekayaan rasa yang tersebar dari Sumatra hingga Papua.