Tunggakan Pelanggan Capai Rp4 M

11

BATURAJA TIMUR – 678 sambungan rumah pelanggan PDAM Tirta Raja Kabupaten OKU diputus karena menunggak dan melakukan penyambungan air secara ilegal. “2020 yang lalu, kami berikan tindakan tegas dengan melakukan pemutusan sambungan, pelanggarannya berbagai jenis, mulai dari menungggak hingga melakukan penyambungan secara ilegal,” terang Direktur Utama PDAM Tirta Raja, H Abi Kusno didampingi Kasubsi Humas Elfanco SE.

Dikatakan Fanco, sapaan karib Elfanco, pihaknya sangat menintik beratkan perhatian terhadap peningkatan pelayanan. Namun, jika ada pelanggan yang melakukan penyambungan ilegal dan menunggak hingga 3 bulan ke atas tentunya pihaknya melakukan tindakan tegas dengan memutus sambungan.

“Sebelum diputus, kami sudah menyurati pelanggan yang bermasalah, bahkan kami pun melakukan pendekatan serta kerap memberikan himbauan agar para pelanggan tidak menunggak pembayaran tagihan PDAM serta tidak melakukan sambungan ilegal,” urai Fanco.

Dijelaskan Fanco, dari jumlah pemutusan sambungan yang dilakukan pihaknya terdapat beberapa tingkatan pemutusan sambungan. Diantaranya, sebanyak 54 sambungan diputus lantaran melakukan penyambngan secara ilegal, 678 sambungan dilakukan pemutusan disebapkan tunggakan dan ada juga atas permintaan pelanggan itu sendiri. “Tidak semua yang diputus sambungan dikarenakan melanggar dan menunggak, ada juga yang diputus karena atas dasar permintaan pelanggan itu sendiri,” kata Alfanco.

Jumlah tunggakan pelanggan PDAM Tirta Raja selama tahun 2020, mencapai Rp4 milyar. Hal ini merupakan dampak dari pandemi Covid 19 yang memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat termasuk para pelanggan PDAM OKU.

“Di awal merebaknya Covid 19 secara Nasional termasuk di Kabupaten OKU, jumlah tunggakan sudah menembus angka Rp3 milyar.  Untuk itu pihaknya akan berupaya keras untuk menekan angka tunggakan pelanggan tersebut,” pungkasnya. (bet)