Teknik Memancing

61

Begitu pula sikapnya saat masih berpangkat kolonel. Yakni saat Terawan menemukan dan mempraktikkan teknik brain wash dalam mengatasi penyumbatan saluran darah  dalam otak.

Waktu itu Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mempersoalkan dengan serius apa yang dipraktikkan Terawan. Ia dianggap melanggar prinsip kedokteran. Tapi ia tidak mau menanggapinya. Ia pun dipecat oleh IDI.

Begitu ributnya soal brain wash Terawan waktu itu. Sampai-sampai saya sendiri ingin mencobanya. Padahal, waktu itu, saya tidak punya keluhan apa-apa.

Saya pun berbaring di meja operasi. Pangkal paha saya sudah disiapkan untuk disayat. Dokter Terawan memegang pisau. Lalu menyanyikan lagu Ada nama Ibu dalam doaku. Suaranya enak. Nadanya benar. Saya menjadi fokus di lagu itu. Tahu-tahu pangkal paha saya sudah tersayat. Tidak terasa.

Begitulah cara Terawan bekerja.

Ia pun memasukkan kateter dari pangkal paha itu. Untuk didorong menuju otak —melalui dada dan leher. Kateter itu memasuki saluran-saluran darah di dalam otak. Saya pun konsentrasi penuh  merasakan apa yang terjadi. Tidak terasa apa-apa, kecuali ada sensasi-sensasi dingin pyar-pyar ringan di dalam otak.