SAD Tinggal di Kebun Warga

30

Dua KK ini makan dengan mencari hewan liar yang ada di sekitar dusun Air Klutum. Untuk membeli beras, Galang dan keluarganya menjual obat – obatan yang terbuat dari bahan yang di sekitar mereka. Kemudian, bahan tersebut mereka racik sendiri. Galang dan keluarganya juga sudah mengenakan pakaian, walaupun hanya celana.

Untuk pulang ke kampung halamannya di Jambi, mereka biasanya menumpang mobil yang melintas. Namun mereka terpaksa berhenti setiap kali mabuk perjalanan.

Kemudian, mereka berkemah di tengah hutan selama beberapa hari. Setelah uang mereka cukup dari berdagang, mereka melanjutkan kembali perjalanan ke Jambi.

Seluruh warga desa Battuwinangun sudah mengetahui ada SAD di dusun Air Klutum. “Karena kehadiran SAD tidak meresahkan, warga mengizinkan mereka menetap di kebun,” pungkas Muksin. (gun)