Ramadan, Tempat Hiburan Malam Ditutup

7
Suasana rapat pembahasan usulan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF) OKU, perihal penutupan tempat hiburan selama Ramadan 1442 H/2021. Foto: Ist. (*)

OKU – Aktifitas pengusaha hiburan selama Ramadan diusulkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) OKU agar ditertibkan. Khususnya, tempat hiburan yang disinyalir menyediakan minuman beralkohol.

“Waktu rapat pekan lalu sudah disampaikan agar (tempat hiburan malam) ditertibkan lagi sepanjang Ramadan,” ujar Ketua MUI OKU H Adhmiati Somad, kemarin (12/4). Ia mengakui, MUI OKU tidak bisa berbuat banyak karena kebijakan tersebut merupakan wewenang pemerintah daerah.

“MUI hanya mengusulkan, nanti pemerintah yang melaksanakan. Selain itu, banyak ormas Islam sudah menyampaikan hal yang sama kepada pemerintah,” ungkap Adhmiati.

Kasat Pol PP OKU Agus Salim melalui Kabid Trantib Sofyan menegaskan, Pemerintah Kabupaten OKU menutup seluruh tempat hiburan malam selama Ramadan. “Imbauan sudah disebar tadi (kemarin). Paguyuban pengusaha karaoke juga sepakat untuk menutup usahanya selama Ramadan,” ungkapnya.

Pihaknya  tetap memantau tempat hiburan malam kendati paguyuban pengusaha karaoke memastikan tidak akan buka usaha. Baik secara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi.

“Kalau tempat karaoke kedapatan beraktifitas, akan ada sanksi tegas dari kepolisian karena melawan hukum serta pencabutan izin usaha dari pemerintah,” tegas Sofyan.

Sementara itu, untuk rumah makan dibolehkan membuka usaha di siang hari. Dengan catatan, rumah makan memasang tabir pembatas. “Tapi untuk 3 hari pertama  Ramadan, rumah makan tutup dulu. Setelahnya boleh buka dan memasang tabir,” tandasnya. (stf)