PKL Bandel Bakal Ditertibkan

10
Kepala Unit Pasar Atas Emi Susanti bersama Sat Pol PP OKU mengimbau PKL di Jln Warsito agar mengisi lapak dan los di lantai dua. Imbauan tersebut dilakukan sebelum penertiban dilakukan dalam waktu dekat. Foto : Dok. Unit Pasar Atas. (*)

OKU – Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menggelar dagangan di Jl Warsito harus segera bergegas berjualan di lapak di lantai dua Pasar Atas. Pasalnya, Sat Pol PP OKU akan menertibkan PKL bandel tersebut dalam waktu dekat.

Rencana penertiban pedagang sudah dikomunikasikan dengan pengelola pasar. Sehingga, Unit Pasar Atas dengan Sat Pol PP menyebarkan surat edaran maupun secara lisan terkait rencana penertiban PKL ini.

“Secara lisan dan surat edaran sudah disosialisasikan. Maksimal tiga kali peringatan,” ujar Kepala Unit Pasar Atas Emi Susanti SE, kemarin (5/1). Di Pasar Atas, jelas Emi, penertiban PKL dilakukan terhadap PKL yang menggelar lapak di Jln. Warsito atau jalan tengah Pasar Atas.

“Sekitar 80 pedagang yang menggelar lapak di tepi jalan diarahkan berjualan di lantai dua pasar,” jelasnya.

Menurut dia, 80 pedagang yang menggelar lapak di Jln Warsito tidak semuanya punya lapak di lantai dua pasar. Namun, pihaknya menyiapkan solusi agar pedagang mau mengosongkan Jln Warsito.

“Pedagang yang tidak ada lapak di lantai dua, diarahkan berjualan do lantai dua pasar yang baru di bawah masjid Ash – Sholihin,” terangnya.

Penertiban juga akan dilakukan di Pasar Baru. Kepala unit Pasar Baru Andri Windra menyebutkan, pihaknya sudah mensosialisasikan rencana penertiban kepada pedagang. Andri mengatakan, penertiban dilakukan karena para pedagang banyak yang menggelar lapak di jalan sekitar Pasar Baru. Sementara, lapak dan los di lantai dua pasar kosong.

“Mereka ada tempat resmi untuk berjualan di pasar. Penertiban ini diarahkan untuk mengisi lapak dan los milik mereka yang selama ini tidak dimanfaatkan,” tandasnya.

Imbauan kepada pedagang agar tidak menggelar dagangan di bahu jalan sesuai dengan Perda OKU No 7/2011 pengaturan dan pembinaan PKL. Kemudian Perda OKU No 15/2013 tentang pembinaan, pengawasan dan pengendalian ketertiban umum serta Perda OKU No 26/2007 tentang pengelolaan taman dan dekorasi kota.

Kasat Pol PP OKU Agus Salim melalui Kabid Trantib Sofyan menyebutkan, sebelum penindakan, para pedagang diimbau dan diperingatkan. “Jika masih ada pedagang bandel, dagangannya akan dipindah paksa,” tegasnya.

Selain itu, sambung Sofyan, pihaknya akan mendirikan dua posko di Pasar Baru dan Pasar Atas. Posko tersebut akan dijaga petugas yang mengawasi aktifitas perdagangan di dua pasar tersebut.

“Posko di Pasar Baru dibangun di simpang Jl Setia Budi karena pedagang kerap menggunakan jalan poros. Sedangkan di Pasar Atas, posko dibangun di simpang Jl Warsito,” tandasnya. (stf)