Pembangunan Ponpes Nur Ihsan Dimulai

25
Gubernur Sumsel Herman Deru meletakkan batu pertama pembangunan PPM Nur Ihsan Belatung. Foto: ist. (*)

OKU – Pondok Pesantren Modern (PPM) Nur Ihsan Belatung resmi dibangun. Pembangunan pondok pesantren berkonsep modern ini ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Gubernur Sumsel H Herman Deru pada 21 Mei lalu.

Upacara peletakan batu pertama ini juga dihadiri Plh Bupati OKU Drs Edward Candra MM, Wakil Ketua I DPRD OKU Yudi Purna Nugraha, anggota DPRD OKU, Waka Polres OKU Kompol H Asep Supriyadi SH, Dandim 0403 OKU Letkol Arh Tan Kurniawan, dan tamu undangan liannya.

Pendiri PPM Nur Ihsan Belatung sekaligus Ketua Yayasan Dar El Amin H Hasan HD mengatakan, PPM Nur Ihsan Belatung dibangun di lahan seluas 9 hektar. Lahan tersebut merupakan hibah dari masyarakat desa Belatung.

“Kami sangat bersyukur pembangunan PPM Nur Ihsan ini dirintis berdasarkan niat dan tekad serta dukungan dari banyak pihak. Mulai dari kades Belatung Plando yang telah menghibahkan tanah untuk PPM Nur Ihsan, bahkan kami juga didukung oleh Plh Bupati OKU,” kata Hasan.

Dikatakan Hasan, awalnya yayasan Dar El Amin hanya membuka rumah tahfidz yang telah berjalan selama 4 tahun. “Rumah tahfidz ini didirikan untuk mendukung program Pak Gubernur Sumsel H Herman Deru yakni Satu Desa Satu Rumah Tahfidz. Kini kami mengembangkan PPM Nur Ihsan,” kata dia.

PPM Nur Ihsan Belatung ini, lanjut dia, memiliki ciri khas. Yakni santri menggunakan bahasa Arab dan Inggris. Menurut Hasan, kedua bahasa tersebut merupakan bahasa internasional. Sehingga alumni PPM Nur Ihsan akan lebih kompetitip dan bisa bersaing secara global. Ciri kedua berbasis wirausaha, serta ciri ketiga adalah berwawasan lingkungan.

“PPM Nur Ihsan akan fokus pada pengajaran agama Islam dan pendidikan formal serta menciptakan santri berjiwa enterprenur sehingga menjadikan santri lebih mandiri,” tuturnya.

Untuk tahap awal, pembangunan PPM Nur Ihsan Belatung membangun lima lokal gedung belajar kemudian dilanjutkan secara bertahap. “Target kita 5 tahun mendatang, fasilitas ponpes sudah lengkap. Untuk itu kami sangat mengharapkan dukungan dari seluruh pihak,” harapnya.

Plh Bupati OKU Drs H Edward Candra MH menyampaikan terimakasih kepada kades Belatung Plando yang telah menghibahkan tanah untuk dibangun pesantren. “Ini menjadi contoh memanfaatkan tanah desa untuk hal yang positif, ada juga sebagian tanah disewakan yang hasilnya untuk pendapatan desa,” katanya.

Dikatakan Edward, di Kabupaten OKU tercatat sekitar 384 rumah tahfidz. Rumah tahfidz ini sebagai wujud mendukung program gubernur Satu Desa Satu Rumah Tahfidz. “Kalau dihitung, satu desa ada dua sampai tiga rumah tahfidz,” imbuhnya.

SELURUH rumah tahfidz ini diasuh 1581 ustadz/ustadzah yang diberi insentif oleh Pemerintah Kabupaten OKU. “Insy Allah insentifnya akan terus kita tingkatkan,” tandas Edward.

Sementara itu Gubernur Sumsel H Herman Deru SH MM sangat mengapresiasi pembangunan PPM Nur Ihsan Belatung. Bahkan Deru mengungkapkan telah menghubungi Direksi  PT Semen Baturaja untuk membantu 1.000 zak semen untuk pembangunan PPM Nur Ihsan.

“Silahkan nanti diambil, untuk Bank Sumsel Babel juga saya minta untuk membantu, dari Pemprov membantu Rp50 Juta, dan nanti dari Pemda juga bantu Rp25 Juta,” ujar Deru disambut tepuk tangan tamu undangan.

Menurut Deru, ponpes merupakan magma pendidikan yang memiliki keseimbangan pendidikan dan ilmu agama. Sehingga pembangunan Ponpes ini dianggap sangat tepat. “Harus ada keseimbangan antara ahlak dan pengetahuan. Mudah-mudahan Nur Ihsan tidak menjadi pesantren yang berlabel tertentu. Siapapun bisa masuk pesantren ini,” ujarnya.

Deru juga berharap seluruh pihak dapat membantu proses pembangunan ponpes ini. Sehingga ponpes ini bisa segera beroperasi dan melahirkan santri yang berahlakul karimah. “Saya minta kurikulumnya jangan kaku,” tandas Deru. (lee)