Paksa Pemudik Putar Balik

11
Plh Bupati OKU Drs Edward Candra menyematkan pita tanda sebagai tanda Operasi Ketupat Musi 2021 dimulai. Foto: ist (*)

OKU – Gelar pasukan di Mapolres OKU, kemarin (5/5), menjadi tanda Operasi Ketupat Musi 2021 resmi dimulai. Gelar pasukan kemarin diikuti anggota TNI, Polri, Dishub OKU, Dinkes OKU, serta instansi terkait lainnya.

Gelar pasukan ini dihadiri Plh Bupati OKU Drs. Edward Candra, Kapolres OKU AKBP Arif H Ritonga, SIK. MH, serta unsur pimpinan dan perwira Polres OKU.

Kapolres OKU AKBP Arief H Ritonga SIK MH menegaskan, petugas akan memaksa pemudik untuk kembali ke daerah asal jika bersikeras mudik pada Idul Fitri tahun ini. Tindakan tegas ini sesuai dengan peraturan pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid 19 yang saat ini tengah mengalami lonjakan. “Pemudik akan dipaksa putar balik karena ini memang sudah instruksi,” tegas Arif.

Untuk mencegah masyarakat mudik, pihaknya mendirikan delapan pos. Jumlah tersedut terdiri dari empat pos penyekatan, tiga pos pengamanan, dan satu pos pelayanan.

Empat pos penyekatan berfungsi untuk memantau keluar masuk masyarakat yang akan mudik lebaran. Kemudian, tiga pos pengamanan berdiri di pusat perekonomian masyarakat. Yaitu di Pasar Atas, Pasar Baru, dan simpang Ramayana. Sedangkan satu pos pelayanan berada di SPBU Batukuning.

Dirinya menambahkan, setiap kendaraan yang akan melintas akan diperiksa petugas di pos penyekatan. “Kendaraan yang boleh melintasi pos penyekatan ada tiga kategori. Yaitu orang yang melakukan perjalanan dinas dengan menunjukan surat bebas Covid 19, kendaraan yang membawa sembako, dan kegiatan penting dan mendesak lainnya,” tegas Arif.

Selain tiga kategori tersebut, ia mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan perjalanan jauh. Bagi yang hendak melakukan perjalanan wajib membawa surat keterangan sehat bebas dari Covid-19. “Jika ditemukan pemudik di pos penyekatan tanpa memenuhi kriteria tersebut, maka akan dipaksa putar balik,” tegas Arif. (lee)