Kelompok Tani Kecewa Optimalisasi Lahan Tidak Optimal

57

KEDATON PENINJAUAN RAYA – Puluhan hektar Kelompok Tani Mandiri Desa Kedaton, Kecamatan Kedaton Peninjauan Raya, mengalami kebanjiran lantaran diduga dampak dari parit yang dibuat melalui program Optimalisasi Lahan Selamatkan Sawah Sejahterahkan Petani (Oplah Serasi) pada tahun 2020 lalu di Desa Kedaton belum selesai hingga saat ini. “Karena codetan sepanjang 100 meter belum di pasang gorong – gorong jadi tanahnya masih terbis. Jadi, air tidak tembus ke pembuangan,” terang Anggota Kelompok Tani Mandiri Desa Kedaton, Kecamatan Kedaton Peninjauan Raya. Hendri Rozali.
Ditambahkan Hendri, pihaknya menyayangkan pihak Dinas Pertanian Kabupaten OKU lantaran perancanaan proyek Program Optimalisasi Lahan ini tidak berjelan sebagaimana mestinya seperti yang diharapkan Koptan. “Program ini sudah dari tahun 2020, tapi sampai sekarang pengerjaannya kok belum selesai – selesai,” tukas Hendri.
Diterangkan Hendri, Kelompok Tani Mandiri Desa Kedaton memiliki sekitar 50 anggota dengan luas lahan sawah sekitar 50 hektar. Melalui program Oplah Serasi ini, lahan sawah Koptan Mandiri Desa Kedaton dibuat parit sepanjangan 3000 meter. “Dari 2020 sampai sekarang baru sekitar 1300an hektar yang dibuat parit jadi masih sekitar 1700an hektar lagi yang belum dibiuat parit di sekeliling sawah kelompok kami,” terang Hendri didampingi Nasution.
Dilanjutkan Hendri, pembuatan parit disekeliling sawah bertujuan agar sawah tidak tergenang air. Pasalnya, selama ini sawah tersebut selalu digenangi air dan sering gagal panen jika terjadi hujan. “Sudah berulang kali kami koordinasi ke Dinas Pertanian meminta Rancangan Kerjanya, namun bukan jawaban yang memuaskan melainkan jawaban yang tidak masuk akal,” imbuh Hendri.
Dikatakan Hendri, pihaknya meminta rancangan kerja tersebut agar mengetahui berapa kedalam parit yang akan dibuat serta berapa lebar parit yang akan dibuat dan dipasang papan proyek agar dapat diketahui mekanisme kerjanya. “Kami minta papan proyek malah dijawab tidak perlu dipasang karena nanti lapuk kena terik matahari dan hujan. Kan aneh kalau dijawab seperti itu,” tukas Hendri.
Dirinya bersama kelompok Tani Mandiri Desa Kedaton meminta kepada pihak Dinas Pertanian OKU agar menyelesaikan permasalahan ini. Pasalnya, jika berlarut – larut, pihaknya akan melaporkan hal ini ke pihak yang berwajib. “Karena, kami dirugikan, dapat program malam tidak menyelesaikan petani. Kami takut bermasalah dengan pihak hukum,” tegas Hendri.
Terpisah, Kepala Dinas Pertanian OKU, Joni Saihu melalui Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian, Agus Paharyono, mengatakan, bahwa program Oplah Serasi tersebut sudah selesai semua. “Wajar saja jika ada ketidakpuasan masyarakat,” ucap Agus.
Terkait tidak maksimalnya Oplah Serasi di Desa Kedaton, dirinya enggan berkomentar banyak. “Terkait hal – hal lainnya saya harus izin pimpinan,” tukas Agus. (bet)