Kasus “Kampung Narkoba” Muratara, Polisi Tetapkan 12 Tersangka

42


Warga yang dipulangkan yakni, Rahman, Tarmizi, Susanti, Ratna, tasman, dan Ahmad Saleh (Kepala Desa).
Kapolres menegaskan, tindakan yang mereka lakukan untuk memberantas peredaran narkoba sekaligus premanisme di wilayah Kabupaten Muratara.
“Tidak ada penyematan khusus Kampung Narkoba, namun penyematan itu dilakukan masyarakat untuk menamai lokasi yang memang banyak didapati Narkoba. Kita harapkan ke depan tidak ada lagi Narkoba di Muratara,” tegasnya.
Untuk barang bukti yang diamankan 34 unit mesin judi Barbar, 21 unit kendaraan Roda dua (tanpa surat menyurat yg syah), satu unit kendaraan roda empat suzuki Karimun, 13 senjata tajam, tiga pucuk senpi rakitan laras pendek, satu pucuk senpi rakitan laras panjang, 50 unit HP, lima lembar STNK, delapan butir amunisi revolver, satu butir amunisi Laras panjang.
Ikut diamankan, satu klip bening bungkus besar berat 313 gr diduga sabu, satu bungkus kecil diduga sabu berat 34,18 gram, satu buah timbangan digital, 10 botol bong/alat hisap sabu-sabu, dua bal plastik bening, uang senilai Rp 19.795.000, koin Mesin bar bar 1500 koin, dua korek api, satu plastik teh Cina bertuliskan Qingsaan, dan dan unit jam tangan.
Sebanyak 34 unit mesin judi bar bar penyerahan dari warga Desa Surulangun, sebagai bentuk komitmen mendukung pemberantasan judi yang menjadi penyakit masyarakat di desa Surulangun. Kepala Desa Surulangun Muhamad Saleh mengungkapkan, memang di desa mereka banyak di dapati warga yang membuka usaha mesin judi barbar dan sejumkah bandar Narkoba.
Aktivitas itu sangat meresahkn warga, namun masyarakat tidak berani melapor karena takut di intimidasi oleh sejumlah bandar dan kroninya.
“Kami mendukung penuh penindakan yang dilakukan Polres Muratara, kami minta Polres masuk lagi ke desa kami karena masih ada bandar yang belum tertangkap,” tutupnya. (cj13/SUMEKS.CO)