KA Tak Angkut Penumpang

11
Seluruh KA penumpang masih beroperasi selama musim mudik lebaran. Namun, KA tersebut dikhususkan untuk pegawai PT KAI dan tidak mengangkut penumpang umum. Foto: Mustofa/Oku Ekspres. (*)

OKU – Larangan mudik dari pemerintah tampaknya bakal benar-benar membuat perantau di rantauan mati kutu. Larangan mudik yang berlaku pada 6-17 Mei tersebut berlaku untuk seluruh moda transportasi.

Beberapa warga yang berencana mudik sempat berharap pada moda transportasi kereta api (KA) bisa dimanfaatkan untuk mudik lebaran tahun ini. Namun, perusahaan BUMN bidang jasa layanan ini justru memutuskan untuk tidak mengangkut penumpang umum.

“KA terakhir beroperasi kabarnya 5 Mei. Pada 6 Mei tidak lagi beroperasi, kecuali kereta barang dan tambang,” ujar Iko, warga yang hendak mudik ke Lampung. Kini dirinya bingung. Padahal jarak ke kampung halamannya tidak sampai 12 jam.

Sementara moda transportasi lain, kemungkinan besar bakal dirazia petugas di jalan raya. “Informasi yang saya terima dari keluarga di Lampung, petugas sudah siaga di jalan raya,” ungkap Iko.

Asmen PT KAI Divre IV Tanjung Karang Asparin menjelaskan, KA penumpang masih beroperas pada 6 Mei mendatang. “Tapi tidak untuk penumpang umum. Khusus hanya untuk pegawai PT KAI,” ujar Asparin, kemarin (3/5).

Hal ini, jelas Asparin, sesuai intruksi dari pemerintah pusat yang melarang mudik pada 6-17 Mei. Sementara itu, jika KA penumpang menaikkan penumpang, maka banyak syarat yang harus dipenuhi calon penumpang.

“Mulai surat dari kelurahan sampai surat rapid antigen harus dimiliki penumpang. Makanya, untuk sementara penumpang umum ditiadakan,” sambungnya.

Seluruh kereta penumpang, sebut Asparin, tetap beroperasi. Baik Kuala Stabas, bisnis maupun eksekutif. Namun, seluruh jenis kereta itu difungsikan khusus bagi pegawai. “Kereta ini untuk memudahkan pegawai bekerja dari satu daerah ke daerah lain karena di jalan raya ada penertiban petugas,” tandas Asparin. (stf)