Diprotes Kades, ADD Baru Cair

46

OKU – Belasan kepala desa (kades) di Kabupaten OKU, kemarin (10/5) sekitar pukul 13.15 WIB mendatangi Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten OKU. Kedatangan para kades itu untuk menanyakan kejelasan pencairan dana ADD tahun 2021.

Salah satu kades meminta kejelasan mengenai pencairan ADD di depan Kepala BKAD Kabupaten OKU AM Hanafi. Foto: ist. (*)

Ketua Forum Kades Kabupaten OKU Plando mengatakan, kedatangan para kades menanyakan penyebab dana ADD belum cair hingga Mei 2021.

“Perangkat desa belum gajian selama 5 bulan. Kades mendapat informasi, dana tersebut sudah ada di bank, tinggal menunggu  Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) dari BKAD. Saat kami bertanya kepada BKAD, BKAD OKU menyebut dananya belum masuk di bank. Jadi terkesan seperti saling lempar. Sementara, perangkat desa sudah mendesak kades untuk membayar penghasilan tetap (siltap) mereka,” beber Plando.

Apalagi, sambung Plando, saat ini menjelang Idul Fitri. Bagi perangkat desa, siltap sangat diharapkan. Namun hingga H-3 belum ada kejelasan mengenai pencairan ADD.

“Janganlah kami ini dipersulit. Kalau dananya sudah ada di bank, semestinya SP2D diserahkan ke bank agar para kades bisa mencairkan ADD,” lanjutnya.

Sementara itu, beredar video para kades adu argumentasi dengan Kepala BKAD OKU AM Hanafi. Dari video itu, Kepala BKAD OKU AM Hanafi meminta maaf atas keterlambatan pencairan ADD tersebut.

“Saya mohon maaf atas ketidaknyamanan ini, saya minta kepada kades silahkan datang kepada bank,” ujar Hanafi dalam video tersebut.

Sementara itu, Kades Lubuk Batang Baru Randi Arnovan menyesalkan pencairan ADD yang lama. “Kalau terlambat hanya 1-2 bulan, kita maklum. Tapi ini sudah jalan 5 bulan, namun ADD belum cair. Setelah diprotes, baru dana ADD tersebut cair,” tandasnya. (lee)