Diduga, E-Warung Potong Bantuan

32
Kabid Pemberdayaan Masyarakat Miskin Dinsos OKU Kholik menerima laporan Kades Belatung di Ruang Sekretaris Dinsos OKU. Foto: Herli Yansah/Oku Kepres (*)

OKU – Banyaknya aduan masyarakat desa Belatung, kecamatan Lubuk Batang, terkait agen e-warung membuat kades jengah. Aduan tersebut lalu dilaporkan kepada Dinsos OKU.

Kades Belatung Plando didampingi ketua kelompok PKH Dewi Asmara melaporkan masalah ini kepada Kabid Pemberdayaan Masyarakat Miskin Dinsos OKU Kholik. Pertemuan tersebut juga dihadiri koordinator kabupaten (korkab) Heriansyah, pendamping PKH desa Belatung Solikin, serta perwakilan bank penyalur.

Plando menjelaskan, ada 2 agen e-warung di desanya. Salah satu diantaranya banyak dikeluhkan masyarakat karena penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH) maupun Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dinilai tidak sesuai prosedur.

Diantaranya adanya dugaan pemotongan uang PKH, penyaluran bahan sembako BPNT yang bisa ditukar, bahkan kartu PKH/BPNT dipegang agen e-warung. “Bahkan dilaporkan pemotongan uang PKH mencapai Rp30 ribu/KPM,” jelas Plando.

Plando berharap, pihak terkait dapat mengevaluasi agen e-warung di desa Belatung yang dinilai bermasalah. “Saya minta Dinsos OKU dan bank untuk mengganti agen e-warung itu. Saya tidak ingin masalah ini terus terjadi,” tegasnya.

Sementara itu ketua kelompok PKH desa Belatung Dewi Asmara menyebut, jumlah penerima PKH dan BPNT di desa Belatung lebih dari 100 KPM. Dari penerima itu, semuanya mendapat potongan setiap mengambil uang PKH atau BPNT. “Ketika hal itu disampaikan, saya justru dimusuhi,” ucap Dewi.

Kepala Dinsos OKU yang diwakili Kabid Pemberdayaan Masyarakat Miskin Kholik mengatakan akan berkoordinasi dengan pendamping desa, kordinator kabupaten, serta pihak bank.

“Pemerintah belum bisa memutuskan apa –apa karena akan berkoordinasi dahulu dengan bank,” ucap Kholik. (lee)