Dampak Angin Kencang, 24 Jam Lebih Listrik Padam

10
Petugas ULP PLN Baturaja memperbaiki jaringan listrik di depan KUA Baturaja Barat. Hingga kemarin, sebagian pelanggan di kecamatan Baturaja Barat belum menikmati layanan listrik secara maksimal. Foto : Mustofa/Oku Ekspres. (*)

OKU – Aliran listrik di sebagian kecamatan Baturaja Barat hingga kemarin (19/4) belum normal. Kendati, sebagian kecil masyarakat di desa Laya, sudah teraliri listrik. Dengan demikian, listrik sudah padam selama 24 jam lebih.

 “Aliran listrik di sebagian rumah sudah menyala, tapi masih banyak yang belum,” ujar Ruli, warga setempat. Menurut dia, perbaikan jaringan dan penggantian tiang listrik di jalan poros desa Laya sudah rampung diperbaiki pada Minggu malam. Namun, pasokan listrik belum normal karena masih ada yang harus diperbaiki di Tebing Pelawi.

“Pagi ini, (kemarin) banyak petugas yang memperbaiki jaringan listrik di arah tebing Pelawi. Mungkin kalau di sana sudah rampung, aliran listrik baru normal,” sebut Ruli.

Beni, warga desa Batuputih mengatakan, jaringan listrik yang putus sejak 17 April lalu membuatnya kesulitan. Khususnya penerangan di malam hari dan menambah daya ponsel.

“Repot, tapi namanya musibah siapa yang bisa menolaknya. Semoga perbaikan segera selesai, dan listrik kembali normal, ” harapnya.

Pantauan koran ini kemarin (19/4), petugas ULP PLN Baturaja memperbaiki jaringan kabel di kawasan Tebing Pelawi. Sekitar tiga tiang beton listrik patah dan jaringan kabel turun ke jalan.

Manager PT PLN Baturaja, Achmad Meiledy melalui Koryantek, Andi menjelaskan, aliran listrik di kecamatan Baturaja Barat akan normal petang ini. “Insya Allah (normal) hari ini, ” ujarnya.

Sekedar mengingatkan, pada 17 April sekitar pukul 17.00 WIB, jaringan listrik di jalan poros desa Laya rusak karena tertimpa pohon besar yang tumbang saat hujan deras yang disertai angin kencang dan petir.

Selain di jalan poros desa Laya, angin kencang juga merusak jaringan listrik di jalan Tebing Pelawi desa Laya. Petugas menyelesaikan perbaikan di jalan utama karena jalur tersebut berada di jalan yang lalu lintasnya sangat ramai. (stf)