Anjal Kasih Setoran ke Senior

6
Tiga anak jalanan yang ditertibkan Satpol PP bersama Dinas Sosial OKU dari kawasan pemakaman seberang SPBU Air Paoh. Dari pengakuan salah satu anjal, uang hasil ngamen disisihkan untuk seniornya asal Muara Enim. Foto : Mustofa/Oku Ekspres. (*)

OKU – Tiga orang anak jalanan (anjal) kaget bukan kepalang ketika petugas Sat Pol PP OKU menghampiri mereka. Saat itu, ketiganya sedang bersantai di sebuah rumah keranda di tengah Tempat Pemakaman Umum (TPU), seberang SPBU Air Paoh. Rumah keranda tersebut dijadikan sebagai tempat mereka berkumpul.

Ketiganya pun diangkut petugas ke truk Dalmas tanpa perlawanan. Setelah itu, mereka dibawa ke rumah singgah Dinsos OKU di desa Air Paoh, kecamatan Baturaja Timur.

Penertiban anjal dan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang melibatkan Satpol PP OKU dan Dinsos OKU. Penertiban ini juga dipantau KPAD Sumsel. Penertiban ini melibatkan dua tim. Satu tim memburu di TPU, sedangkan tim lain menertibkan sekitar anjal di sekitar pertigaan Desa Air Paoh.

Saat penertiban berlangsung, aksi kejar-kejaran antara petugas-anjal terjadi. Bahkan, anjal yang diburu petugas nekat kabur menggunakan jasa ojek. “Bahkan penarik ojek diancam akan dibunuh jika tidak berjalan,” ujar salah satu personil Satpol PP.

Petugas terpaksa memburu anak jalanan dengan sepeda motor. Namun sayangnya, yang diburu berhasil lolos. “Dari jauh, anjal ini sempat menantang petugas,” tuturnya. Petugas berhasil mengamankan tiga anjal.

Yakni dua saudara No dan In (14) serta Ad (12). Ketiganya merupakan warga desa Tanjung Baru, kecamatan Baturaja Timur. Selain itu, petugas juga berhasil mengamankan Darus (seorang ODGJ) yang mengaku berasal dari desa Merbau, kecamatan Lubuk Batang.

Pengakuan cukup miris diucapkan salah satu anjal. Saat dibincangi koran ini, anjal tersebut mengaku memberi setoran kepada seniornya di Kabupaten Muara Enim. “Hasil ngamen disisihkan untuk Re (anak punk) asal Muara Enim,” ujar In saat diwawancara di rumah singgah Dinsos OKU.

Penyerahan setoran ini sering dilakukan saat Re bertandang ke kota Baturaja. “Aku kapok, sudah ini idak nak di jalan lagi,” ujar remaja putus sekolah ini.

Ketua KPAD Sumsel Eko Wirawan SH mengapresiasi Dinsos OKU dan Satpol PP OKU. Penertiban anjal ini, kata Eko, sejalan dengan program Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA).

“Saya mengapresiasi penertiban ini karena sejalan dengan program KLA di 17 kabupaten/kota dan ditekankan di lima kabupaten,” ujarnya.