Jumlah KPM Bertambah, Berefek Kepada Pembangunan

83
Tamimi Bulki menyerahkan BLT DD secara simbolis kepada KPM

okes.co.id – 165 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Desa Banuayu, Kecamatan Lubuk, menerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT -DD) tahun anggaran 2021. “Penyaluran ini adalah penyaluran periode Januari 2021 yang disalurkan di akhir Mei,” ucap Kepala Desa Banuayu, Tamimi Bulki.

Diakui Tamimi, penyaluran BLT DD di Desanya dan bahkan di seluruh Desa di kabupaten OKU semuanya terlambat. Pasalnya, Dana Desa yang menjadi sumber dana BLT DF baru cair Minggu ketiga Mei 2021. “Dana desa baru cair 8% dan 40% minggu ketiga Mei kemarin. Makanya penyaluran BLT DD baru dilaksanakan sekarang,” beber Tamimi.

Ditambahkan Tamimi, BLT DF yang dicairkan baru 1 bulan. Hal ini sesuai dengan petunjuk teknis (Juknis) dari pemerintah pusat. “Nanti, setelah kita buat laporan untuk pencairan BLT DD tahap selanjutnya. Nominalnya tetap 300 ribu rupiah per KPMnya,” sebutnya.

Disinggung mengenai jumlah penerima, Pemerintah Desa Banuayu memang ada penambahan jumlah KPM yang cukup signifikan. Hal tersebut berbanding terbalik dari kebanyakan Desa di Kecamatan Lubuk Batang yang justru mengurangi jumlah penerima. “Diawal keluarnya bantuan Covid-19 dulu, yang pertama keluar adalah bantuan sosial Kabupaten. Awalnya jumlah yang banyak itu di bantuan sosial kabupaten. Namun saat ini bantuan itu kan tak ada kelanjutannya, makanya sebagian kita akomodir di BLT DD ini,” ungkap Tamimi.

Penambahan jumlah tersebut menurut Tamimi bukanlah tanpa sebab, lantaran tidak ingin terjadi kecemburuan sosial di masyarakat yang berujung pada hak yang tidak diinginkan. “Memang jika dibandingkan tahun 2020, jumlah penerima BLT DD hanya 49 KPM, sekarang 165 KPM. Penambahan ini berdasarkan musyawarah desa yang juga diketahui dan dihadiri BPD Desa,” terang Tamimi.

Dengan banyaknya jumlah KPM penerima BLT DD tersebut tentu akan berimbas kepada pembangunan di desa. Pasalnya, jika melihat jadwal penyaluran BLT DD pemerintah akan mengakomodir selama 1 tahun. “Kemungkinan Desa Banuayu tidak akan melaksanakan titik nol pembangunan. Kemungkinan dananya tidak mencukupi lagi lantaran habis untuk BLT DD,” pungkasnya. (lee)