OKU Timur Target Zero Stunting

25
KOMITMEN: Bupati, Wabup dan Forkomlimda saat menandatangani komitmen bersama penurunan stunting di Bumi Sebiduk Sehaluan, Senin (24/5). FOTO: INDRA/OKU TIMUR POS. (*)

OKU TIMUR – Pemkab OKU Timur menargetkan Bumi Sebiduk Sehaluan menjadi daerah zero stunting pada 2022 mendatang. Hal ini ditegaskan Bupati OKU Timur H Lanosin ST (Enos) usai melaksanakan rembuk stunting bersama OPD dan Forkompinda, Senin (24/5).

Bahkan, Bupati OKU Timur menginginkan agar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait melakukan pemetaan stunting secara detail. Hal ini agar penanganan stunting ini bisa dilakukan secara optimal.”Jika pemetaan stunting ini jelas dan detail, maka kita akan tau bagaimana mengambil tindakannya. Apakah penyebab stunting ini karena perkawinan muda atau bawah umur. Atau karena tumbuh kembang yang kurang gizi,” beber Enos.

Dalam kesempatan yang sama, Lanosin juga menekankan agar semua OPD bisa mendukung realisasi 10 program penggerak TP PKK. Sebab penanganan permasalahan stunting ini juga masuk dalam program penggerak TP PKK. Sehingga butuh dorongan maksimal, agar peran TP PKK juga bisa menurunkan angka stunting.

“Kebetulan Ketua TP PKK kita saat ini merupakan dokter spesialis anak. Tentu beliau paham bagaimana proses pencegahan stunting ini bisa di lakukan maksimal, hanya saja ini butuh dorongan semua pihak,” tegas Bupati.

Enos menambahkan, sesuai dengan surat Menteri Dalam Negeri (Mendagri),  permasalan penanganan stunting harus masuk kedalam RPJMD. Sebab, dampak stunting ini mempengaruhi nilai kemajuan suatu daerah. Karena daerah dikatakan berhasil maju jika tiga aspek meliputi kesehatan, pendiidikan dan kesejahteraan bisa terpenuhi secara bersama.

“Sejalan dengan visi misi kita OKU Timur maju lebih mulia, maka tiga aspek tadi harus tercapai beriringan. Jika tiga aspek ini belun terpenuhi belum bisa di katakan maju,” ungkapnya.

Kabupaten OKU Timur saat ini menjadi daerah Lokasi Khusus (Loksus) tingkat Provinsi Sumsel untuk penurunan angka stunting. Untuk itu pihaknya akan berupaya maksimal menurutkan angka stunting dengan berbagai upaya.

“Mohon doa dan dukungannya, agar target 2022 Bumi Sebiduk Sehaluan bisa zero stunting. Paling tidak kita harus sangat rendah di Provinsi Sumsel,” pungkasnya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan OKU Timur Zaenal Abidin SSIT M Kes menambahkan, stunting merupakan akibat kekurangan gizi kronis yang terjadi selama periode paling awal pertumbuhan dan perkembangan anak. Tidak hanya tubuh pendek, stunting memiliki banyak dampak buruk untuk anak.

“Selain itu, penyebab anak mengalami stunting karena status gizi buruk pada ibu hamil. Serta bayi merupakan faktor utama yang menyebabkan anak balita mengalami stunting. Ada banyak sekali hal-hal yang dapat memicu terjadinya gizi buruk ini. Salah satunya penyebab gizi buruk pada ibu hamil dan bayi yang berusia 0-59 bulan,” katanya. (inz)