Mobil Warga Baturaja Masuk Jurang 30 Meter, Satu Penumpang Tewas

192

OKU SELATAN – Kecelakaan maut, kembali terjadi di kabupaten OKU Selatan pada 23 Mei pukul 20:00 WIB. Sebuah Xenia silver BG 1730 F yang berisi delapan orang terjun bebas ke jurang 30 meter di Jalan Raya Ranau, Desa Plawi, Kecamatan Buay Rawan, OKU Selatan. Diketahui, sopir dan delapan penumpang merupakan warga Kecamatan Baturaja Timur.

Akibat dari kecelakaan maut ini, satu orang meninggal dunia. Sedangkan tujuh korban lainya mengalami luka-luka. “Ini masih sedang kita identifikasi. Dugaan sementara kecelakaan terjadi karena sopir mengatuk,” terang anggota Sat Lantas OKU Selatan Briptu Muryanto, kemarin (24/5).

“Sementara ini untuk korban jiwa ada satu orang. Atas nama Hepi Evriana (40). Warga Baturaja Lama, kecamatan Baturaja Timur. Jenazah sudah dibawa keluarga ke Baturaja,” tambahnya.

Penumpang mobil tersebut adalah Firdaus (44), Hepi Evrina (40), Muhammad Revo Kumala (17), Nadya Puspita (14), Valentri Aulia (12), Afmi Agrawati (39), Murni (36), Zelfisriansyah (38), dan Heppi (39).

Dari informasi yang diperoleh, kecelakaan ini bermula ketika mobil yang dikemudikan Firdaus (44) dengan tujuh penumpang dari Baturaja melaju dari arah Ranau menuju Baturaja.

Di perjalanan, tepatnya di desa Plawi, diduga kuat kendaraan hilang kendali saat melintasi sejumlah tikungan tajam. Akibatnya mobil langsung keluar jalur dan terjun bebas ke jurang yang tak jauh dari badan jalan.

“Sopirnya sudah diamankan di rumah salah satu keluarganya, anggota Koramil Muaradua. Kondisinya masih mengalami trauma dan sesak di dada,” terang Muryanto.

Ia mengimbau seluruh kendaraan baik roda empat maupun roda dua agar selalu waspada saat mengendarai kendaraan. Begitu pun saat melintasi jalan di wilayah Ranau desa Plawi karena kondisi jalan yang beliku dan memiliki banyak tikungan tajam.

“Kita imbau seluruh kendaraan yang melintas untuk selalu berhati-hati. Kalaupun memang dalam kondisi lelah, segeralah beristirahat. Karena hal ini bisa mengakibatkan kecelakaan,” terangnya.

Sementara itu, Arman (35) warga sekitar Desa Pelawi saat dibincangi, mengaku tidak mengetahui persis kronologis kecelakaan tersebut. Karena memang kodisi kejadian berlangsung sedikit jauh dari pemukiman warga.

“Tahunya waktu pagi tadi, sudah ada ramai-ramai warga yang bantu angkat mobil. Lumayan dalam memang jurangnya untuk wilayah ini,” jelasnya.

“Kalau wilayah ini memang rawan. Karena kalau malam kondisinya cukup gelap. Terlebih kalau kondisinya habis hujan, licin. Ada beberapa kali kendaran juga pernah kecelakaan masuk jurang,” tambahnya. (end)