Bejat, Oknum Kepala Sekolah Diduga Lecehkan Siswa

1041
foto : herli yansah/okes.co.id Korban pelecehan saat dimintai keterangan di Unit PPA Polres OKU.

okes.co.id – Tidak terima anaknya dilecehkan oleh oknum Kepala Sekolah, beberapa orang tua korban pelecehan seksual oleh oknum pendidik tersebut ke pihak berwajib.

5 korban pelecehan seksual tersebut didampingi masing – masing orang tuanya melaporkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres OKU, Sabtu (23/5), sekitar pukul 13.30 WIB.

Orang tua dari korban pelecehan, meminta polisi dapat segera mengusut dan menangkap pelaku pelecehan yang diduga dilakukan seorang oknum Kepala Sekolah di salah satu Kecamatan di Kabupaten OKU.

SY, orang tua korban pelecehan seksual, warga Dusun Tanjung Sari, Desa Lubuk Batang Lama, Kecamatan Lubuk Batang, mengungkapkan, terungkapnya kejadian pelecehan seksual yang dilakukan oknum Kepala Sekolah berjenis kelamin laki-laki tersebut dilakukan terhadap anak – anak berawal dari pengakuan anaknya. Lalu dari pengakuan anaknya itu, banyak anak lain yang juga ikut mengakui pernah dilecehkan oleh pelaku. “Awalnya anak saya yang mengakui bahwa dia pernah dilecehkan dengan cara dimasturbasi oleh pelaku saat ia masih duduk di bangku Sekolah Dasar. kejadiannya sekitar satu tahun yang lalu,” ungkap SY.

Dilanjutkan SY, dari pengakuan anaknya, kini jumlah korban pelecehan yang diduga dilakukan oknum Kepala Sekolah itu terus bertambah. Bahkan saat dirinya melaporkan perihal tersebut ke pihak berwajib, korban sudah berjumlah 5 orang. “Saat ini yang ikut melaporkan karena anaknya menjadi korban pelecehan berjumlah 5 orang. Ini yang ikut saja. Bamun di Dusun kami masih 2 orang lagi yang belum lapor,” imbuh SY.

Saat ini para orang tua di Dusun SY masih terus menanyai anaknya masing – masing apakah juga pernah menjadi korban pelecehan. “Semua korban pelecehan oleh Kepala Sekolah tersebut adalah anak laki- laki,” lanjutnya.

SY menerangkan kejadian pelecehan ini baru diketahui pada Jumat sore (21/5). Dari keterangan anaknya bahwa kejadian itu sudah berlangsung lama saat ia masih SD. Bahkan menurut SY, anaknya sudah beberapa kali diperlakukan tak senonoh oleh pelaku. “Kalau anak saya sudah 3 kali dilecehkan di dalam kelas dan di perpustakaan. Bahkan ada anak yang sudah sering dilecehkan oleh pelaku lebih dari 3 kali dengan diimingi diberi uang jajan. Namun ada juga yang diancam untuk tidak memberitahukan kepada orang tua. Dari keterangan anak saya dia juga di ajak nonton film porno,” ucap SY kesal.

Diakui SY, pelaku pada Jum’at malam sempat mendatangi rumah SY untuk meminta maaf dan berdamai. Namun SY dan beberapa korban lain tidak bersedia dan akan tetap melaporkan ke pihak berwajib. Akhirnya pada Sabtu pagi dirinya dan 4 korban lain mendatangi Polsek Lubuk Batang untuk melapor. Namun diarahkan ke Unit PPA Polres OKU. “Dia (pelaku red,) mau minta maaf dan damai. Tapi kita sepakat tidak mau. Takutnya nanti kejadian seperti ini akan berulang dan memakan korban baru. Jadi lebih baik kita laporkan saja. kita berharap kepala polisi untuk dapat segera menangkap pelaku,” tegas SY.

Terpisah, Kapolres OKU AKBP, Arif H Ritonga SIK MH melalui Kasat Reskrim Polres OKU, AKP Priyatno SH, mengatakan, akan melakukan penyelidikan dahulu terhadap kasus pelecehan tersebut. Pihaknya masih mencari bukti dan berupaya memintai keterangan saksi. “Kemarin (22/5) kita sudah menerima laporan para korban yang diduga dilecehkan. Berkas diterima unit PPA. Kita akan melakukan penyelidikan terlebih dahulu. semoga saja bisa cepat terungkap kasusnya,” ucap Priyatno. (lee)