Astagfirullah, Baru Ditanam, Kebun Jagung Terendam Banjir

35
foto : herliyansah/okes.co.id Kebun jagung yang baru saja di tanam, terendam banjir di Desa Lubuk Batang Lama, Kecamatan Lubuk Batang.

okes.co.id – Luapan air Sungai Ogan tidak hanya merendam permukiman warga di beberapa Desa di Bumi Sebimbing Sekundang, namun selain selain merusak infrastruktur jalan di Desa Belatung, lahan pertanian masyarakat yang berada di sepanjang bantaran sungai Ogan juga turut terendam banjir.

Diungkapkan Kepala Desa Lubuk Batang Lama, Jus Imani, Sabtu (22/5), kepada okes.co.id, banjir tahunan dari luapan sungai Ogan selalu berdampak pada hancurnya lahan pertanian warga. imbasnya para petani selalu mengalami kerugian. “Akibat banjir ini, petani pasti mengalami kerugian yang tidak sedikit. Sudah bisa dipastikan, hasil pertanian warga gagal panen. Karena tanaman yang banyak digeluti saat ini adalah komoditi jagung,” ungkap Jus Imani.

Dijjelaskannya, lahan pertanian jagung di Desa Lubuk Batang Lama, saat ini terbilang sudah cukup banyak. Hampir 80% masyarakat telah memiliki kebun jagung yang tersebar di Desa Lubuk Batang Lama. Saat banjir, hampir separo dari kebun jagung terkena banjir. “Karena banyak juga petani jagung yang menanam jagung di pinggiran sungai Ogan. jadi pas banjir pasti kena. Apalagi jika banjirnya besar seperti saat ini, yang jauh dari sungai pun terkena,” jelasnya

Di tambahkan kades, pada banjir kali ini, sedikitnya ratusan hektar (ha) kebun jagung petani di pastikan gagal panen lantaran tanaman jagung terendam banjir. “Kalau yang terdampak parah itu di daerah seberang sungai Ogan. di daerah seberang itu ada ratusan Ha lahan yang terendam banjir dan di pastikan gagal panen. sebab selain terendam, juga hanyut oleh arus sungai yang meluap,” imbuhnya.

Jus imani berharap ada perhatian Pemerintah Kabupaten OKU melalui dinas terkait untuk memberi bantuan bibit kepada petani agar bisa kembali menanam ulang lahan yang terendam jika sudah surut. “Kita belum tahu bagaimana prosesnya untuk mendapatkan bantuan itu. Sebab hanya itu yang bisa diharapkan petani untuk kembali bangkit,” pungkasnya. (lee)