Petugas Hadang Sejumlah Pemudik

13
Pemudik diperintahkan petugas untuk kembali ke daerah asal karena penyekatan sudah berlaku mulai kemarin. Pemudik yang diperintah kembali tersebut tak dilengkapi bukti anti gen. Foto: gunawan/oku ekspres (*)

OKU – Untuk masyarakat yang akan pulang kampung antar kabupaten harus berpikir ulang. Sejak pukul 00.00 WIB dua malam lalu, petugas gabungan mulai memberlakukan penyekatan di perbatasan kabupaten/kota.

Buktinya, di pos pelayanan lebaran 2021 di simpang trans Batumarta. Sat Lantas Polres OKU menghadang sejumlah kendaraan yang akan mudik ke OKU Timur. Selain itu, mobil pemudik menuju Kabupaten OKU dilarang masuk ke bumi Sebimbing Sekundang. Kendaraan tersebut harus putar balik ke tempat asal.

“Mobil dari kabupaten lain yang tidak membawa surat keterangan anti gen terpaksa harus putar balik,” ucap Kasat Lantas Polres OKU AKP Amalia Kartika di SPBU simpang Batumarta, kemarin (6/5).

Ia mengatakan, banyak mobil dan pemotor yang akan mudik ke OKU Timur dihentikan petugas. Contohnya Santoso dari Desa Ulak Pandan, kecamatan Semidang Aji. Ia bersama anak dan istrinya akan mudik ke Belitang (OKU Timur).

Namun, perjalanan ketiganya dihentikan petugas. Ia disarankan untuk tidak mudik dulu pada lebaran ini. Setelah diingatkan, Santoso patuh. Ia kembali ke rumahnya. Amalia menegaskan, petugas terpaksa melarang pemudik meneruskan perjalanannya bila tak membawa surat anti gen.

“Pemudik harus membawa surat anti gen. Ini dilakukan untuk keselamatan kita semua agar Covid 19 tidak menyebar luas,” pungkas Amalia.

Pada 5 Mei kemarin, Operasi Ketupat Musi 2021 resmi dimulai. Gelar pasukan kemarin diikuti anggota TNI, Polri, Dishub OKU, Dinkes OKU, serta instansi terkait lainnya.

Kapolres OKU AKBP Arief H Ritonga SIK MH menegaskan, petugas akan memaksa pemudik untuk kembali ke daerah asal jika bersikeras mudik pada Idul Fitri tahun ini. Tindakan tegas ini sesuai dengan peraturan pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid 19 yang saat ini tengah mengalami lonjakan. “Pemudik akan dipaksa putar balik karena ini memang sudah instruksi,” tegas Arif.

Untuk mencegah masyarakat mudik, pihaknya mendirikan delapan pos. Jumlah tersedut terdiri dari empat pos penyekatan, tiga pos pengamanan, dan satu pos pelayanan.

Empat pos penyekatan berfungsi untuk memantau keluar masuk masyarakat yang akan mudik lebaran. Kemudian, tiga pos pengamanan berdiri di pusat perekonomian masyarakat. Yaitu di Pasar Atas, Pasar Baru, dan simpang Ramayana. Sedangkan satu pos pelayanan berada di SPBU Batukuning.

Dirinya menambahkan, setiap kendaraan yang akan melintas akan diperiksa petugas di pos penyekatan. “Kendaraan yang boleh melintasi pos penyekatan ada tiga kategori. Yaitu orang yang melakukan perjalanan dinas dengan menunjukan surat bebas Covid 19, kendaraan yang membawa sembako, dan kegiatan penting dan mendesak lainnya,” tegas Arif.

Selain tiga kategori tersebut, ia mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan perjalanan jauh. Bagi yang hendak melakukan perjalanan wajib membawa surat keterangan sehat bebas dari Covid-19. “Jika ditemukan pemudik di pos penyekatan tanpa memenuhi kriteria tersebut, maka akan dipaksa putar balik,” tegas Arif. (gun)