Waspadai TBC, Sembilan Meninggal Dunia

OKU – Ratusan penderita penyakit Tuberkolosis (TBC) di Bumi Sebimbing Sekundang, mulai dari pasien anak hingga dewasa, dirawat di 18 puskesmas dan tiga rumah sakit di Kabupaten OKU.

“Tercatat sekitar 870 warga OKU menderita TBC atau penyakit paru-paru,” ucap Kepala Dinkes OKU H Husni Tamrin SE MM melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Andi Prapto Dimulyo SKM MM.

Dari jumlah tersebut, lanjut Andi, merupakan data jumlah pasien TBC sejak 2020. “Sembilan pasien dewasa diantaranya meninggal dunia karena menderita TB akut. Sisa pasien lainnya Alhamdulillah sudah sembuh,” imbuh Andi.

Ditambahkan Andi, untuk 2021, tercatat 26 kasus TB di OKU. Untuk itu, pihaknya melakukan upaya pelacakan kasus sedini mungkin melalui pemeriksaan kontak erat pasien TBC. “Semakin banyak ditemukan kasus tersebut maka lebih cepat memutus rantai penyebarannya,” terang Andi.

Diterangkan Andi, penyakit TBC menimbulkan beberapa gejala berupa batuk yang berlangsung lama, lemas, berat badan turun, tidak nafsu makan, nyeri dada dan berkeringat dimalam hari.

“Penyakit ini mudah menular pada manusia apalagi TB tidak hanya menyerang paru-paru, tetapi juga tulang, usus atau kelenjar. Bahkan bisa menyebabkan kematian,” beber Andi.

Untuk itu, lanjut Andi, pihaknya memberikan pelayanan pengobatan gratis bagi pasien TB selama enam bulan di seluruh pelayanan kesehatan. “Agar segera ditangani, kami himbau kepada masyarakat yang memiliki gejala penyakit TB agar segera melakukan pemeriksaan di puskesmas atau rumah sakit terdekat,” pungkas Andi. (bet)