Panen Berlangsung di Dua Tempat

8
Panen padi sawah tadah hujan sedang berlangsung di Kelurahan Sepancar Lawang Kulon (kecamatan Baturaja Timur) dan desa Battuwinangun (kecamatan Lubuk Raja). Foto: ist (*)

OKU – Kelurahan Sepancar Lawang Kulon (kecamatan Baturaja Timur) dan desa Battuwinangun (kecamatan Lubuk Raja) mulai memanen padi sawah tadah hujan.

“Dua wilayah tersebut panen di hari yang sama” ucap Suratno SP, Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) untuk 2 kecamatan tersebut, belum lama ini.

Untuk kelurahan Sepancar Lawang Kulon, terdapat 68 hektar sawah tadah hujan yang dipanen. Dalam satu hektar, petani dapat menghasilkan 7,53 ton gabah. Sedangkan untuk desa Battuwinangun, terdapat 40 hektar sawah tadah hujan yang dipanen. Dalam satu hektar, menghasilkan 4,56 ton gabah.

Suratno menilai, panen padi ini cukup baik dari panen sebelumnya. Panen ini dilaporkan ke Balai Proteksi Tanaman Pangan (BPTP) Sumsel untuk dipetakan. Dengan demikian, pemerintah akan mengetahui kondisi padi di setiap daerah.

Saat ini, pemerintah sedang meningkatkan hasil pertanian padi di setiap daerah. “Tujuannya setiap daerah bisa mencukupi untuk kebutuhan beras sebagai bahan pokok makanan,” katanya.

Sejauh ini, kata Suratno, petani di dua daerah ini hanya menyimpan padi dalam bentuk gabah untuk persediaan pangan mereka. “Jika butuh, mereka akan menggiling satu atau dua karung saja,” pungkasnya. (gun)