Harga Cabai Turun Drastis

Adi, pedagang cabai di Jln. Warsito pasar atas. Selasa pagi kemarin, harga cabai di pasar atas Baturaja, anjlok. Harga dua jenis cabai yang biasa bermain di harga Rp 40-60/kg, kinu hanya dihargai Rp 30 ribu/kg. Foto: Mustofa/Oku Ekspres. (*)

OKU – Dua pekan lebih, harga cabai di pasar Baturaja di antara Rp40 ribu-Rp60 ribu/kg. Harga ini dinilai cukup stabil saat menjelang hingga saat Ramadan.

Namun, pada 20 April, harga dua jenis cabai tiba-tiba turun drastis. Harga cabai berada di bawah Rp 40 ribu/kg. Dampaknya, pedagang kecewa karena daya jual menjadi lemah. Pembelian dari pelanggan pun tidak banyak.

“Selasa (20/4) dini hari modal turun. Jadi kami terpaksa jual Rp30 ribu/kg untuk cabai merah keriting dan cabai rawit,” ujar Adi, seorang pedagang cabai di Jln. Warsito. Ia mengaku kaget karena sehari sebelumnya ia dan pedagang lainnya masih menjual cabai dengan harga Rp45 ribu/kg.

“(Penurunan harga) sangat mendadak. Dampaknya, penjualan hari ini (kemarin) anjlok. Dua jenis cabai ini paling banyak 10 kg yang laku terjual,” jelas Adi.

Mak Hen, seorang pedagang sayur di Pasar Atas juga mengatakan hal yang sama. Harga cabai di pekan kedua Ramadan ini kurang bersahabat bagi pedagang. “Cabai tak laku karena harganya murah,” ungkap Mak Hen.

Dirinya menilai, harga murah tersebut membuat dagangnya tak laku. Sejak dini hari hingga menjelang siang, cabai di lapaknya baru laku terjual sekitar 5 kg. “Ini sudah jualan dari jam 1 malam tadi,” ungkapnya.

Penurunan harga cabai kemarin membuatnya kaget. Biasanya hari Selasa adalah hari kenaikan harga cabai, bukan sebaliknya.

“Satu minggu ada tiga hari yang biasanya harga cabai naik. Selasa, Sabtu dan Minggu. Nah ini Selasa ini (kemarin), harga cabai justru turun,” terangnya.

Dirinya memprediksi, penurunan harga cabai akan bertahan hingga satu pekan mendatang. Sebab, para petani penyuplai cabai di Kabupaten OKU Timur masih memanen cabai. “Setelah satu minggu, bisa jadi harga cabai akan naik lagi,” katanya.

Dirinya juga mengingatkan, menjelang lebaran, potensi kenaikan harga cabai sangat tinggi. “Seminggu sebelum lebaran, petani biasanya tidak lagi ke kebun karena menyiapkan hari raya. Saat itu, persediaan cabai turun yang memicu harga cabai naik hingga lebaran usai,” tandasnya. (stf)