Empat Positif Bahan Makanan Mengandung Bahan Berbahaya

9
Plh Bupati OKU H Edward Chandra bersama BPOM Palembang melakukan sidak makanan dan minuman di Pasar Baru. Hasilnya, dari 22 sampel yang diuji, empat diantaranya positif mengandung bahan berbahaya. Foto: ist. (*)

OKU – Sering diperiksa, namun makanan dan minuman yang mengandung zat berbahaya masih ditemukan dijual pedagang.

Ya, dalam inspeksi mendadak (sidak) kemarin (20/4) di Pasar Baru, Balai Besar Pengawas Obat Makanan (BPOM) Palembang menemukan empat jenis makanan yang mengandung zat berbahaya.

“Makanan yang ditemukan tersebut terindikasi mengandung formalin dan rhodamin,” ujar Kepala BB POM Palembang Drs Martin Suhendri seusai teskit atau uji sampling secara cepat.

Dijelaskan Martin, temuan tersebut didapati saat pihaknya menguji 22 sampel makanan dan minuman menggunakan test kit. Hasilnya, empat sampel makanan dinyatakan positif mengandung zat berbahaya.

Sampel yang terindikasi mengandung bahan berbahaya itu adalah 2 sampel mie kuning basah, 1 cendol, dan 1 sampel daging ikan laut giling. “Untuk kepastian keabsahan positif harus uji di labor. Terhadap sampel yang positif akan didatangi sumber asalnya,” jelasnya.

Dirinya menyebut, makanan yang mengandung formalin yakni makanan tidak lengket seperti mengandung minyak. Sementara makanan yang mengandung rhodamin biasanya warnanya mencolok. Saat diperlihatkan di cahaya matahari akan berpendar/berkilau. “Makanan yang terindikasi mengandung formalin dan rhodamin langsung disita, ” tegasnya.

Plh Bupati OKU Edward Chandra mengatakan, sidak BPOM di Pasar Baru tersebut untuk mengambil sampel makanan.  “Kita ingin mengetahui apakah makanan yang dijual mengandung bahan yang dilarang pemerintah atau tidak,” ujarnya.

Masyarakat harus diedukasi supaya bisa lebih teliti saat pergi berbelanja ke pasar. “Sedangkan pedagang diharapkan tidak menjual bahan pangan dan minuman yang mengandung bahan berbahaya,” harap Edward. (stf)