Mudik Lebih Awal Hindari Larangan Pemerintah

7
Warga dari Baturaja Lama akan mudik ke Serang (Banten). Mudik lebih awal ini terpaksa dilakukan untuk menghindari larangan mudik dari pemerintah. Foto: Gunawan/Oku Ekspres. (*)

OKU – Mudik atau pulang kampung jelang lebaran sudah menjadi tradisi bagi perantau. Tahun lalu, pemerintah melarang warga untuk mudik. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid 19.

Tahun ini, larangan mudik kembali diberlakukan oleh pemerintah. Memasuki H-7, semua wilayah akan dijaga ketat oleh petugas. Bagi pemudik yang nekad mudik, petugas akan memaksa pemudik untuk kembali ke kota asal.

Namun demikian, warga yang ingin mudik tetap ada. Bahkan untuk menghindari pemeriksaan jelang lebaran, perantau sudah mulai mudik jauh hari.

Di beberapa tempat ada mini bus yang menjemput rombongan perantau untuk mudik ke kampung halaman di pulau Jawa. Salah satunya Nata, asal Serang (Banten). Selama ini, ia tinggal di di kelurahan Baturaja Lama.

“Pulang kampung dari sekarang biar bisa lebaran dengan keluarga,” ucap Nata sebelum berangkat mudik. Tahun lalu, dia tidak bisa berlebaran di kampung halaman karena ada larangan mudik. Tahun ini tekat untuk mudik kuat karena rindu dengan sanak keluarga di kampung halaman yang membuatnya harus mudik.

Dengan membawa anak dan istri, rombongan pemudik yang berasal dari Serang ini berangkat dengan satu mobil. Mereka berharap, bisa berlebaran bersama keluarga di pulau Jawa. (gun)