5.431 Guru Mulai Divaksin

10
Kepala Disdik OKU H Teddy Meilwansyah SSTP MM MPd saat memantau vaksinasi Sekretaris Disdik OKU Alfarizi SE Ak MPd dan guru di Puskesmas Sekarjaya. Foto: jeki/oku ekspres. (*)

OKU – Sebanyak 5341 guru dan tenaga kependidikan mulai divaksin, kemarin (12/4). Vaksinasi guru dan tenaga kependidikan ini dilakukan lebih awal dibanding rencana sebelumnya, yaitu setelah Idul Fitri.

Guru dan tenaga kependidikan yang divaksin kemarin berasal dari PAUD, TK , SD dan SMP. Vaksinasi ini dilakukan secara simbolis di Puskesmas Sekarjaya, Kecamatan Baturaja Timur dan dihadiri Kepala Disdik OKU H Teddy Meilwansyah SSTP MM MPd, Sekretaris Disdik OKU Alfarizi SE Ak MPd, dan Kabid P2P Dinkes OKU Andi Prapto SKm MM.

Sekretaris Disdik OKU Alfarizi SE Ak MPd yang juga ketua pelaksana vaksinasi bersyukur vaksinasi untuk guru dan tenaga kependidikan bisa terlaksana. “Padahal Disdik OKU sempat ingin meminta tambahan ke provisni. Berkat kerjasama dengan Dinkes OKU, vaksinasi bisa terlaksana hari ini,” jelas Alfarizi.

Sementara itu, Kepala Disdik OKU H Teddy Meilwansyah S.STP MM MPd juga bersyukur vaksinasi guru dan tenaga kependidikan dapat dilaksanakan di Kabupaten OKU.

“Seyogyanya vaksinasi untuk guru ini akan dilaksanakan setelah Idul Fitri. Namun berkat kerja keras Disdik OKU dan Dinkes OKU yang meminta ke pemerintah provinsi dan mendapat respon yang baik dari Gubernur Sumsel, sehingga Kabupaten OKU mendapat tambahan vaksin,” tuturnya.

Vaksinasi guru dan tenaga kependidikan, disebutkan Teddy, merupakan syarat utama berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 menteri yang dikeluarkan belum lama ini. Dalam SKB 4 menteri tersebut, daerah bisa menggelar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka setelah para guru divaksin.

Syarat ini merupakan salah satu syarat yang ditetapkan pemerintah bila suatu kota/kabupaten ingin menggelar KBM tatap muka. “Makanya kita berjuang supaya vaksinasi ini dapat dilakukan untuk guru. Sehingga pada tahun ajaran baru, pemerintah bisa melaksanakan KBM tatap muka. Untuk itu, saya minta agar seluruh guru di Kabupaten OKU dapat mengikuti vaksinasi ini,” harapnya.

Sementara itu Kepala Dinkes OKU Husni Thamrin yang diwakili Kabid P2P Dinkes OKU Andi Prapto SKm MM mengatakan vaksinasi yang saat ini sedang berjalan di seluruh Indonesia sebagai upaya untuk mengendalikan Covid 19.

“Di Kabupaten OKU, sudah satu tahun lebih kasus Covid 19 ini berlangsung. Kasus pertama terjadi sekitar Maret 2020 dan hingga saat ini belum juga reda. Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah, namun hasilnya belum maskimal. Vaksinasi ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi wabah ini,” tandasnya. (jr8/bet)