Tarawih-Salat Id Dibolehkan di Masjid

OKU – Pekan kemarin, beredar makmulat bersama yang berisi pelaksanaan ibadah di bulan Ramadan dan salat Idul Fitri (Id) 1442 H/2021.

Maklumat bersama yang ditandatangani Kementerian Agama OKU serta tujuh organisasi islam dan Satgas Covid 19 OKU ini berisi tentang dibolehkannya salat wajib berjamaah di masjid, musala, dan langgar. Termasuk salat terawih selama Ramadan.

Syaratnya, tidak ada penularan Covid 19 di wilayah tersebut. Termasuk pelaksanaan salat Id atau Idul Fitri juga dibolehkan dengan catatan tidak ada penularan Covid 19 di wilayah tersebut.

Maklumat ini sempat disanksikan masyarakat. Namun, Ketua MUI OKU H Adhmiati Somad menegaskan, maklumat yang beredar di masyarakat adalah benar. “Maklumat itu hasil musyawarah bersama antara MUI, Kankemenag OKU, Satgas Covid 19, ormas Islam, dan pengurus pondok pesantren,” ujar Adhmiati.

Musyawarah bersama ini, sambung dia, digelar pada 31 Maret 2021 di sekretariat MUI OKU dengan sejumlah dasar hukum. Diantaranya, Fatwa MUI No 14/2020 tentang Penyelenggaraan Ibadah dalam Situasi terjadi Wabah Covid 19; Fatwa MUI No 28/2020 tentang Panduan Kaifiyat Takbir dan Salat Idul Fitri saat Pandemi Covid-19; dan Perbup OKU No 52/2020 tentang Penerapan Displin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan.

“Meski dibolehkan, pelaksanaan ibadah tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes). Seperti menjaga jarak, memakai masker, dan sebagainya,” kata Adhmiati.

Dirinya juga mengimbau agar jemaah membawa peralatan salat sendiri, memperbanyak istighfar, zikir dan salawat nabi, serta amaliah lainnya. Sedangkan bagi umat muslim yang kurang sehat, sebaiknya salat di rumah.

Dirinya juga menyebut, maklumat ini tidak ada perubahan lagi. Pasalnya, di tahun lalu, imbauan dua kali beredar dengan isi yang berbeda. “Insya Allah tidak (berubah), sepanjang penyebaran Covid-19 masih terkendali, ” pungkasnya.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru juga telah mengeluarkan kebijakan pelaksaan ibadah di bulan Ramadan. Dimana Herman Deru mempersilahkan masyarakat untuk melaksanakan rutinitas ibadah Ramadan seperti saalat tarawih dan kegiatan keagamaan lainnya.

Kendati begitu, dia meminta agar protokol kesehatan tetap dilakukan secara disiplin guna mencegah penyebaran covid-19.

“Kita sudah ambil kebijakan untuk Ramadan tahun ini. Silahkan laksanakan tarawih berjama’ah. Semarakkan ibadah bulan Ramadan ini dengan ibadah seperti biasanya, asal tetap  disiplin protokol kesehatan,” kata Herman Deru ketika melakukan Safari Jum’at di Masjid Jami’ Assalam Jalan Makrayu Palembang.

Menurutnya, kebijakan tersebut diambil mengingat masyarakat telah merindukan aktivitas ibadah Ramadan seperti biasanya.

“Kita telah merindukan ibadah Ramadan secara berjama’ah. Silahturahmi kita sempat terputus karena pandemi ini. Namun pandemi ini juga membawa hikmah bagi kita,” ucapnya. (rel/tfa)