OKU Pelopori P2DD di Sumsel

Plh Bupati OKU H Edwar Chandra menerima cinderamata pecahan uang Rp75.000 dari perwakilan Bank Indonesia seusai penandatanganan SK pembentikan tim P2DD di Kabupaten OKU. Foto : Ist. (*)

OKU – Sistem digitalisasi sudah diterapkan Kabupaten OKU sejak dua tahun terakhir. Hal ini berdasarkan Perbup No.1/2018 tentang sistem transaksi non tunai dalam pelaksanaan APBD kabupaten OKU dan Pebup No. 2/2019.

“Awalnya pelaksanaan digitalisasi terjadi resistensi di beberapa OPD, namun sekarang ini sudah berjalan dengan baik,” ujar Plh Bupati OKU H Edwar Chandra saat penandatanganan SK pembentukan tim P2DD OKU, Jumat (26/3) lalu yang dihadiri Kepala perwakilan BI Sumsel Harry Widodo.

Dirinya berharap ada koordinasi antara BKAD dan seluruh panitia agar konsolidasi bisa berjalan optimal dalam membuat perencanaan. “Segera ditindaklanjuti agar terwujud sesuai harapan dari pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Keuangan,” harapnya.

Kepala perwakilan BI Sumsel Harry Widodo mengapresiasi kesigapan Kabupaten OKU dalam menindaklanjuti Keppres No. 3 tahun 2021 tentang Satuan Tugas Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (Satgas P2DD).

“Kabupaten OKU adalah pelopor P2DD di Sumatera Selatan. Ini akan segera dilaporkan ke Gubernur Sumsel dan tingkat kementerian,” ungkapnya.

Menurut data, sambung dia, dengan sistem digitalisasi, dua tahun lalu Kabupaten OKU mencapai hasil Rp2,36 trilyun. Bahkan di tengah pandemi Covid-19, Kabupaten OKU tetap bisa menjalankan dan meningkatkan perekonomian. “Kita tetap beraktifitas mengolah keuangan negara dari proses manual ke sistem digital,” tandasnya. (stf)