11 Kerbau Mati Diserempet KA

18
11 ekor kerbau mati diserempet kereta api (KA) penumpang, antara stasiun Talang Baru dengan Metur. Hewan malang itu tewas diserempet KA penumpang jurusan Baturaja - Kertapati. Foto: Ist. (*)

OKU – 11 ekor kerbau mati diserempet Kereta Api (KA) penumpang Ekspres Rajabasa jurusan Baturaja-Kertapati. Hewan naas tersebut diserempet KA pada 23 Maret sekitar pukul 15.00 WIB di perlintasan KA antara stasiun Talang Baru dengan stasiun Metur, kecamatan Peninjauan.

Akibat disambar ular besi, 11 ekor kerbau tersebut mati di sepanjang sisi rel KA dengan kondisi tragis. Bahkan, terdapat salah satu kerbau, tersangkut di bemper depan lokomotif. “11 kerbau itu terserempet di antara stasiun Talang Baru dengan Metur,” ujar Darso, sumber koran ini, kemarin (24/3).

Dikatakan Darso, kendati 11 kerbau diserempet di antara kedua stasiun, namun jarak dari lokasi kerbau diserempet ke stasiun Talang Baru sekitar 3 km. “Sedangkan jarak ke stasiun Metur masih lumayan jauh,” katanya.

Dirinya menduga, hewan mamalia bertumbuh tambun itu bukan dilepasliarkan. Tapi digembalakan. Namun, saat kejadian, pemilik kerbau sedang berada di kebun.

Kades Peninjauan Novi Taruna mengakui 11 kerbau mati diserempet KA penumpang. Menurut dia, kasus hewan ternak mati diserempet kereta bukan hal yang baru. Sudah sering terjadi, namun jumlah hewan mati yang paling banyak akibat ditabrak KA adalah yang terjadi dua hari lalu terjadi.

“Kabarnya sembilan ekor yang terserempet, tapi ada juga yang menyebut 11 ekor dan 13 ekor,” terang Novi.

Ia menyebutkan, kerbau tersebut milik (alm) Tamzi, warga desa Bunglai, kecamatan Peninjauan. Namun saat ini kerbau tersebut dipelihara Yayan, putra Tamzi. “Anaknya ddiserahkan tanggung jawab untuk memelihara kerbau tersebut, tapi kerbau itu diurus oleh orang lain,” tandasnya.

Sementara itu, Asmen Humas PT KAI Divre IV Tnk Asparen juga mengakui peristiwa 11 ekor kerbau mati diserempat KA. “11 ekor kerbau mati karena terserempet KA,” tegas Asparen. (stf)