Banjir Rendam 300 Rumah

Petugas BPBD OKU mengevakuasi warga yang rumahnya kebanjiran akibat hujan deras yang disertai angin dan petir. Hujan yang menjadi pemicu banjir ini berlangsung selama beberapa jam. Foto : Ist. (*)

OKU – Hujan deras yang disertai angin kencang dan petir terjadi pada 6 Maret, pukul 17. 00 WIB petang. Hujan deras tersebut berlangsung selama beberapa jam. Praktis sejumlah tempat terendam genangan air, termasuk perumahan warga.

Tak hanya itu, jaringan listrik pun disambar petir. Akibatnya listrik padam hingga malam hari.

 Manager PT PLN Rayon Baturaja Achmad Meiledy melalui Koryantek Andi menyebutkan, hujan angin dan petir memutus jaringan satu tiang. “Sementara delapan tiang/gawangan jaringan kendor,” jelas Andi. Pihaknya segera memperbaiki kerusakan setelah menerima laporan dari warga.

Kemudian, BPBD OKU mencatat, lima kawasan di kecamatan baturaja timud direndam banjir. Yakni Kelurahan Baturaja Permai, Sukajadi, Sekar Jaya, Sukaraya, dan desa Air Paoh.

Ketinggian air bervariasi. Mulai 50 cm hingga 1,5 meter. “Sekitar 300 rumah yang teredam banjir,” ujar Kepala BPBD OKU Amzar Kristopa melalui Pusdalops BPBD OKU, Gunalfi, kemarin (7/3).

Di beberapa kawasan, air surut di malam yang sama. Sementara di kelurahan Baturaja Permai, banjir baru surut saat subuh. Sedangkan banjir di kelurahan Sekar Jaya, air surut kemarin pagi.

Di perumahan Baturaja Permai, Blok L Baru jl Bungur IV, air mulai naik sekitar pukul 19.00 WIB. Bahkan sebagian rumah warga di daerah tersebut tergenang air. “Bahkan ketinggian air mencapai pinggang orang dewasa di lorong perumahan,” ungkap Indah, salah satu warga.

Menurut Indah, banjir ini merupakan air kiriman dari bukit Balau maupun kalangan Rebo. Sedangkan saluran air yang ada tidak mampu menampung debit air. “Setiap tahun saat hujan deras, biasanya ruas jalan di sini pasti banjir karena saluran air tidak dapat menampung air lagi,” jelasnya.

Selain itu RS Sriwijaya juga banjir. Seperti yang terjadi di RT 12 dan RT 13. “Banjir ini hampir terjadi setiap tahun,” tegas Boy, salah satu warga RS Sriwijaya. (stf/jr8)