Delineator Dinilai Tak Berfungsi

Jejeran delineator pemantul cahaya lampu kendaraan, dinilai pengguna jalan tak berfungsi maksimal. Padahal di samping rambu tersebut, terdapat jurang dengan dalam sekitar 10 meter. Foto : Mustofa/Oku Ekspres. (*)

OKU – Delineator atau tanda jalan tak berfungsi maksimal. Rambu yang terpasang di tepi jurang Jl Lintas Sumatera, kelurahan Batukuning, dipandang pengguna jalan banyak yang rusak.

“Stiker pemantul cahaya lampu kendaraan tidak berfungsi,” ujar Handaka, baru-baru ini.

 Warga kelurahan Talang Jawa ini baru menyadari rambu tersebut tak berfungsi saat dirinya dalam perjalanan ke Muara Enim dua hari lalu.

“Rambu itu seharusnya memantulkan cahaya lampu kendaraan. Dengan begitu, sopir jadi tahu kawasan tersebut ada tikungan atau jurang,” sebutnya.

Menurut dia, delineator plastik tersebut, harus diganti. Khususnya yang tak berfungsi maksimal. Karena, bisa jadi ke depan ada kendaraan apes yang kebablasan.

“Delineator itu terpasang di jalan lurus, setelah tikungan pertama kelurahan Batukuning. Enak nian tancap gas, tapi kalau yang dak hafal jalan, bisa bablas,” ungkapnya.

Selain delineator di kelurahan Batukuning, dia juga menyoroti road barrier atau pagar besi pembatas di desa Tanjung Karang. “Pagar besi itu sudah lama penyok dihajar truk kemungkinan,” jelasnya.

Meski bukan daerah jurang, namun road barrier disarankannya agar diganti. Karena biasanya setiap road barrier dipasang stiker pemantul.

“Antisipasi, kalau sudah dipasang masih ada yang kecelakaan, dasar memang lagi apes, ” tandasnya.

Feri warga kelurahan Batukuning, mengaku sempat menyampaikan usulan penggantiannya ke DPRD Sumsel, saat wakil rakyat reses dua tahun lalu.

“Tapi belum realisasi. Mau diusulkan lagi, reses (DPRD) tidak ada lagi tahun kemarin, ” ungkapnya.

Saat ini dirinya tidak akan usul apa-apa. Terlebih, sejak Desember lalu, dia berserta keluarga kecilnya, pindah hunian ke kawasan cor beton. “Kalau pun pergi ke dusun biasanya sore,” tandasnya. (Stf)