Lantap Terhalang Arus Deras

8
Lantap gabungan FAJI OKU - KPA Gempa Sabatra pada 14 Februari lalu cukup berat. Debit air sungai Ogan mendadak naik ditambah arus yang deras membuat latihan tak berjalan maksimal. Foto : Mustofa/Oku Ekspres. (*)

OKU – Seutas tali tambang dilempar dari tepi sungai ke perahu karet yang terombang-ambing arus sungai Ogan. Namun, ujung tali itu tak sampai ke perahu. Padahal penumpang di perahu karet sudah berusaha menangkap ujung tali.

Karena tali tak sampai ke perahu, seseorang berinisiatif  menceburkan diri ke sungai Ogan. Ia berusaha memberikan ujung tali ke penumpang perahu agar perahu karet tersebut bisa sandar di tepi sungai.

Nahas, niat untuk memberikan tali tersebut tak terwujud. Tubuh pria tersebut terseret arus sungai yang deras. Situasi pun berubah drastis. Penumpang perahu pun langsung menyelamatkan pria yang terbawa arus.

Ternyata, adegan pria yang hanyut tersebut merupakan bagian skenario latihan pemantapan (Lantap) arung jeram. Dalam skenario latihan tersebut, debit air sungai naik drastis dalam waktu singkat.

Lantap gabungan atlet Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) OKU dengan KPA Gempa Sabatra cukup berat. Arus sungai deras membuat perahu sulit menepi. Bahkan, upaya untuk mengikuti arus sungai agar bisa bersandar pun gagal total.

Ketua FAJI OKU Iwan Setiawan didampingi anggota Divisi Kompetisi FAJI Yakamora menyebutkan, lantap ini bertujuan untuk mempraktekkan beberapa keahlian.  “Tapi kondisi sungai tidak memungkinkan. Apalagi yang dilatih ini calon atlet,” katanya.

Dirinya memastikan, lantap seperti ini masih akan dilanjutkan. Namun masih melihat kondisi air sungai Ogan.

“Ketika praktek di sungai Ogan sudah mampu, lantap berlanjut ke lokasi arung jeram di kecamatan Ulu Ogan,” tandasnya.

Tahun ini, FAJI OKU menjadi peserta Porprov Sumatera Selatan. Kabupaten OKU, menjadi tuan rumah ajang kompetisi dua tahunan ini. (stf)