Sat Pol PP Ancam Bongkar Bangunan

Pembangunan bangunan di atas jalan milik pemerintah provinsi dihentikan Sat Pol PP OKU bersama Camat Baturaja Timur dan Lurah Baturaja Lama, Jumat lalu. Bahkan, petugas Sat Pol PP OKU akan membongkar bangunan tersebut jika pembangunannya dilanjutkan tanpa izin. Foto : Mustofa/Oku ekspres. (*)

OKU – Diduga melanggarkan peraturan, Sat Pol PP OKU bersama Camat Baturaja Timur, dan lurah Baturaja Lama menghentikan pendirian bangunan di dekat jembatan Ogan III, Jumat (29/1) lalu.

Penghentian proses pembangunan ini karena bangunan yang diduga akan dijadikan kafe itu itu melanggar Perda OKU No. 10/2009 tentang IMB.

“Tiga hal yang dilanggar oknum warga. Pertama mendirikan bangunan di DAS, mendirikan bangunan di dekat jembatan, serta mendirikan bangunan di badan jalan provinsi,” ujar Kasat Pol PP Agus Salim melalui Kabid Trantib Sofyan.

Pihaknya, kata dia, tidak akan menghentikan pendirian bangunan selama syarat pendirian bangunan sudah dipenuhi. “Belum ada izin. Selain itu, mendirikan bangunan di jalan provinsi tidak boleh. Kalau pun boleh, harus melalui sidang paripurna DPRD,” tegasnya.

Jalan provinsi yang dimaksud, sambung Sofyan, yakni jalan lama menuju ke kantor BRI Lama (dusun Baturaja). Jalan tersebut, kini menjadi jalan buntu karena tertutup jalan merdeka atau jalan Ogan III.

“Itukan jalan ke BRI lama, waktu bank tersebut masih di dusun Baturaja. Tidak boleh didirikan bangunan,” tegasnya.  Pihaknya akan membongkar paksa bangunan tersebut jika para pekerja tetap melanjutkan pendiri bangunan itu.

“Kami akan koordinasi dengan camat dan lurah untuk pembongkaran bangunan jika pembangunan tetap dilanjutkan tanpa mengantongi izin. Karena, Jumat kemarin, kami minta pekerjaan dihentikan dulu,” tegasnya.

Pantauan koran ini, bangunan tersebut sudah mengecor tiang. Bahkan, beberapa tiang, masih terbungkur mal. Jalan provinsi lama tersebut, kerap dijadikan warga tempat parkir atau pedagang dadakan berniaga ketika Kabupaten OKU menggelar lomba perahu di penghujung tahun.

Camat Baturaja Timur Ogan Amrin membenarkan pihaknya bersama Sat Pol PP OKU menghentikan pendirian bangunan.

“Ya (distop). Karena bangunan yang didirikan terletak di jalan dan tiang dibangun secara permanen di sepadan jalan dan sepadan sungai,” ungkapnya. (stf)