Punya Utang Rp35 M Lebih

OKU – Pemerintah Kabupaten OKU masih mempunyai utang kepada pihak ketiga alias kontraktor . Utang tersebut berupa pembayaraan pekerjaan dari sejumlah proyek milik pemerintah pada 2020 lalu.

Nilai utang Pemerintah Kabupaten OKU dengan pihak ketiga lumayan besar. Yakni mencapai Rp35 milyar lebih.

Kepala Dinas PU PR OKU Candra Dewana  membenarkan puluhan proyek di Kabupaten OKU yang dibangun pada 2020 lalu belum selesai dibayar. Alasannya, dana transfer pemerintah pusat triwulan IV tidak belum diterima Pemerintah Kabupaten OKU. Akibatnya, sejumlah proyek yang sudah dikerjakan kontraktor belum bisa dibayar pemerintah.

“Bagaimana membayar proyek kalau tidak ada transfer dari pusat ke daerah,” kata Chandra. Salah satu pembangunan yang masih terutang adalah RSUD Ibnu Sutowo.

Kasubbag Program dan Keuangan Dinas PU PR OKU Didi Manhairul ST menambahkan, proyek Pemerintah Kabupaten OKU tahun 2020 yang masih terutang kepada kontraktor berjumlah 66 paket.

Tiga diantaranya pembangunan RSUD Ibnu Sutowo Baturaja, lanjutan pembangunan jembatan Tanjung Kemala, dan peningkatan jalan Simpang Meo-Kelumpang (Kecamatan Ulu Ogan). “Kapan utang tersebut akan dibayar, kita belum tahu,” ujarnya.

Mengenai apakah utang tersebut dianggarkan tahun ini, Didi menyebutkan tidak masuk anggaran tahun ini. Alasannya, APBD OKU 2021 sudah disahkan pada 30 Desember lalu.

“Kami sudah kirim surat ke BPKAD OKU terkait daftar pekerjaan yang belum dibayar pada 17 Januari lalu. Mengenai dibayar atau tidak, itu kewenangan BPKAD,” tegas Didi. (din)