Warga Minta Dibangun Jembatan

7
Warga desa Laya kecamatan Baturaja barat meminta ke Pemerintah Kabupaten OKU, agar di desanya dibangun jembatan gantung. Karena, di seberang sungai, sangat berpotensi dijadikan perluasan pemukiman penduduk. Foto : Mustofa/Oku Ekspres. (*)

OKU – Kawasan pemukiman di desa Laya, kecamatan Baturaja Barat, dinilai warga menyempit. Jumlah penduduk terus bertambah, sementara lahan untuk hunian nyaris habis.

“Di dusun, lahan sudah tidak ada lagi. Sehingga mau perluasan kawasan pemukiman, tidak memungkinkan lagi. Kecuali ke seberang sungai Ogan,” ujar warga setempat, kemarin (24/1).

Menurut dia, perluasan desa Laya sudah habis. Lahan yang tersisa hanya perkebunan warga. Itu pun kata dia, konturnya berupa tebing. “Di sisi lain, desa Laya berdampingan dengan areal tambang,” jelasnya.

Sementara di seberang sungai desa Laya, lahan masih luas untuk dibuat pemukiman. Namun, akses untuk menyambung pusat pemerintah desa dengan kawasan seberangan sungai masih terbatas.

“Untuk ke seberang sungai, warga harus menggunakan perahu atau memutar jauh lewat kelurahan Kemelak Bindung Langit. Kalau bisa dibangun jembatan,” harapnya.

Keinginan warga soal jembatan diaminkan Kades Laya, Erlan Noprin. Menurut dia, perluasan pemukiman penduduk sangat potensial di seberang sungai.

“Jembatan memang sangat diperlukan. Supaya masyarakat seberang sungai yang berurusan ke kantor desa tidak sulit,” ujarnya

Selama ini, kawasan seberang sungai desa Laya sudah dihuni beberapa kepala keluarga (KK). Bahkan untuk transportasi warga ke pusat pemerintah desa, warga tersebut menggunakan perahu.

“Waktu sekolah normal, warga mengantar anaknya sekolah menggunakan perahu. Biasanya parkir di dekat jembatan Laya,” ungkapnya.

Menurut dia, pembangunan jembatan di desa Laya, dipastikan aman. Sebab, lahan di seberang sungai Ogan, milik warga. “Tanah seberang punya warga, saya rasa tidak berbenturan dengan aturan,” katanya.

Sementara itu, menurut pengakuan warga lainnya, di desa itu pernah direncanakan pembuatan jembatan gantung. Hanya saja, sampau saat ini belum ada realisasinya.

“Sudah lama, mungkin sudah 10 tahun lebih. Dari PU juga sudah survei lokasi,” ungkap warga. (Stf)