Rumah Ambruk, Berharap Uluran Tangan

Bangunan rumah yang ditempati Roni dan ibunya rata dengan tanah setelah dua kali ambruk. Kini anak dan ibu tersebut tinggal di rumah kerabatnya sembari menunggu uluran tangan para donatur. Personil BPBD OKU memeriksa rumah Roni yang ambruk. Foto: Mustofa/oku ekspres. (*)

OKU – Roni (24) dan ibunya, Rukiah (60), terpaksa tinggal di rumah keluarganya. Warga RT 2 kelurahan Saung Naga, kecamatan Baturaja Barat ini kehilangan rumah setelah rumah keduanya ambruk awal pekan lalu.

“Rumah saya dua kali ambruk. Pertama hari Senin (11/1), kemudian ambruk lagi pada Rabu (13/1),” ujar Roni, putra Rukiah dibincangi di rumah kerabatnya yang tak jauh dari rumahnya, kemarin (17/1).

Selain konstruksi, bangunan rumah tersebut juga diduga roboh karena hujan yang turun deras selama sepekan terakhir.

Diceritakan Roni, rumah yang berada di bibir tebing sungai Ogan itu ambruk karena kondisi bangunan yang tua. Dinding bangunan terbuat dari palopo atau bambu yang dipecah. “Itu pun sudah banyak yang ditambal karena banyak bambu yang lapuk,” jelasnya.

Saat ambruk di hari Senin, bagian belakang rumah sedang kosong. Roni yang baru selesai perawatan di rumah sakit tengah istirahat di ruang depan.

“Waktu itu emak sedang di sungai. Suara bagian belakang rumah yang ambruk tedengar kuat,” ujar pria yang jadi tulang punggung keluarga ini.

Kemudian saat ambruk di hari Rabu, ibunya nyaris tertimpa bangunan. Saat bangunan yang ditempati 12 tahun silam itu ambruk, Rukiah sedang berada di dalam rumah. “Alhamdulillah emak selamat,” kata pria yang ayahnya sudah wafat ini.

Dirinya sangat berharap bantuan masyarakat untuk membangun rumahnya yang sudah ambruk. Sebab, dirinya tidak mampu untuk memperbaiki rumah sendiri. Apalagi, pendapatannya dari tempat kerja hanya cukup untuk makan dan melunasi kredit. “Sangat berharap bantuan dari masyarakat atau dermawan,” harapnya. (stf)