Dua Fuso ‘Tutup’ Jalan

Fuso kargo dan tangki bermuatan elpiji terjebak di jalan rusak cor beton Batukuning. Dua kendaraan besar itu menyulitkan kendaraan lain untuk melintas. Foto : Mustofa/Oku Ekspres. (*)

OKU – Fuso tangki berisi elpiji 15 ton tak mampu melanjutkan perjalanan. Sejak pukul 08.00 WIB, kemarin (10/1) fuso milik SPBBE ini terjebak di jalan cor beton kelurahan Batukuning, kecamatan Baturaja Barat.

Fuso gandeng BG 8787 YB ini menuju ke OKU Timur. Namun perjalanannya tertunda. Kendaraan sarat muatan itu tak mampu melintasi jalan yang rusak dan licin. Padahal jalan ini sempat diperbaiki dua hari lalu. “Fuso tersebut tak bisa bergerak sama sekali,” kata Ikank, warga setempat.

Kondisi jalan cor beton sangat miris. Pasalnya, pada 9 Januari lalu, salah satu perusahaan BUMN di Kabupaten OKU menimbun kerusakan jalan. Namun, timbunan itu hanya bisa dilintasi kendaraan kecil.

“Sabtu siang sekitar pukul 14.00 WIB, jalan rusak ditimbun dengan material seperti semen. Pada Minggu pagi, sudah ada kendaraan yang terjebak di jalan rusak ini,” ungkapnya.

Sebelum fuso elpiji terjebak pukul 08.00 WIB, pada pukul 05. 00 WIB di hari yang sama, armada yang sama juga terjebak di jalan tersebut.

“Fuso tangki pertama yang terjebak bisa dievakuasi. Nah, truk kedua yang terjebak ini, sampai jam 12.00 WIB belum berhasil dievakuasi,” ungkapnya.

Fuso BG 8787 YB yang masih terjebak di jalan rusak, sebuah fuso kargo tanpa muatan menyerobot jalan. Akibatnya, fuso BE 9151 AJ tujuan Lampung tersebut juga terjebak di titik kerusakan yang sama.

“Lalulintas kendaraan terganggu karena dua mobil besar menutup badan jalan. Hanya menyisakan celah kecil yang hanya bisa dilalui sepeda motor,” kata Ikank.

Lalulintas dari dua arah sempat macet meski tidak panjang. Kendaraan besar seperti fuso harus menunggu jalan mengering agar bisa dilintasi. “Kalau jalan tidak disiram hujan, jalan tidak licin dan kendaraan pun masih bisa lewat,” imbuhnya.

Akibat kendaraan besar tersendat di tengah jalan, teras rumah warga sekitar rusak. Pemilik rumah terpaksa membuat penghalang agar kerusakan teras tidak melebar.

Sebelumnya, pada 8 Januari lalu, sudah banyak kendaraan yang terjebak di jalan cor beton yang rusak, baik truk maupun fuso. Bahkan di Kamis malam, satu truk patah as roda depan.

Kondisi jalan yang rusak ditambah hujan memperparah jalan provinsi tersebut. Terlebih kendaraan besar, tetap memilih melintas di jalan ini dibanding melintasi Simpang Meo (Muara Enim).

Salah satu sopir truk mengaku, Kondisi jalan di Simpang Meo nyaris sama dengan di Batukuning. Apalagi, di sisi kanan kiri jalan terdapat jurang yang dalam.

“Kadang-kadang masih ada pungli yang dilakukan oknum warga. Dikasih uang sedikit marah, tidak dikasih kendaraan dilempar,” cerita sopir yang mengaku bernama Anto.

Mungkin, sambung dia, sopir masih memilih lewat cor beton, kendati kondisi jalannya rusak parah karena dinilai lebih aman dan mempersingkat waktu dan jarak tempuh. “Jalan cor beton cuma jalan yang rusak. sedangkan keamanannya sampai sekarang tidak ada pungutan warga di jalan,” tandasnya.

Warga Kota Bumi, Lampung ini sangat berharap, jalan utama tersebut mendapat perhatian pemerintah provinsi. “Kasihan sopir maupun warga di sini. Apalagi banyak kendaraan yang terguling di jalan,” tegas Anto. (stf)