Seluruh Karyawan Mogok Kerja

OKU – Ribuan Karyawan PTP Minanga Ogan terhitung 31 Desember kemarin mogok kerja. Hal ini dilandasi gaji serta sisa Tunjangan Hari Raya (THR) para karyawan tahun lalu yang belum dibayar.

Ketua Serikat Pekerja Tingkat Perusahaan (SPTP) Erlan Noveri menyebut, mogok kerja itu sudah berlangsung selama delapan hari. Mogok kerja ini karena tuntutan karyawan tidak dipenuhi perusahaan.

“Saat ini seluruh karyawan PTP Minanga Ogan mogok kerja. Tidak ada aktifitas sama sekali di kebun. Hal ini sudah diputuskan saat rapat bersama HRD PTP Minanga Ogan Misran pada 31 Desember kemarin,” kata Erlan.

Ia menambahkan mogok kerja karyawan itu akan terus berlangsung hingga tuntutan mereka dipenuhi perusahaan. “Kita tidak akan bekerja sebelum tuntutan dipenuhi. Kita juga tidak percaya lagi dengan janji manajemen perusahaan, sudah terlalu sering mereka berjanji namun selalu diingkari,” lanjutnya.

Masih, kata Erlan, masalah terbaru yang saat ini menjadi tuntutan karyawan adalah kesepakatan karyawan yang memiliki gaji di bawah Rp5 juta kan mendapat bantuan BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp2,4 juta pada tahun lalu.

“Nah, janji itu yang terbaru, hingga kini tidak ada penyelesaiannya. Belum lagi gaji bulanan yang sudah beberapa bulan tidak dibayar. Intinya, kita akan kembali bekerja apabila semua tuntutan dipenuhi,” tegas Erlan.

Saat ini, seluruh karyawan, sambung Erlan, masih menunggu janji hasil rapat 31 Desember kemarin terkait pembayaran bantuan BPJS Ketenagakerjaan. “Kalau menurut janji, manajemen akan membayarkan bantuan itu di bulan Maret mendatang. Kita lihat saja nanti,” tutupnya.

Sementara itu HRD PTP Minanga Ogan Misran membenarkan aksi mogok kerja yang dilakukan seluruh karyawan. Hal ini lantaran mereka belum menerima upah selama beberapa bulan ditambah bantuan BPJS Ketenagakerjaan di tahun 2020.

“Benar mereka semua (karyawan) mogok kerja sampai tuntutan mereka dipenuhi. Saat ini kita masih terus upayakan tuntutan mereka. Kemungkinan, untuk bantuan BPJS Ketenagakerjaan akan diupayakan dibayar pada Maret mendatang,” ucap Misran. (lee)