Panen Sedikit, Harga Cabai Diprediksi Bakal Naik

6
Harga cabai keriting dan rawit turun sejak dua hari terakhir. Namun, para pedagang memprediksi, harga cabai bakal kembali naik dalam waktu dekat. Foto : Ist. (*)

OKU – Cabai sangat rentan dengan curah hujan yang tinggi. Cabai mudah busuk sehingga terancam gagal panen. Imbasnya stok cabai di pasar sangat sedikit. Banyak sedikitnya persediaan cabai mempengaruhi harga di tingkat pedagang.  

“Stok cabai yang sedikit ini membuat harga jual cabai akan mudah naik,” ujar Eman, pedagang cabai di Pasar Baru, kemarin. (6/1). Fluktuasi harga cabai terjadi sejak Desember lalu, khususnya menjelang Natal dan Tahun Baru.

Bahkan, kata Eman, harga cabai sempat dua kali berubah. Mulai dari Rp 100 ribu/kg untuk cabai merah keriting hingga turun menjadi Rp 80 ribu/kg. “Sempat naik lagi setelah Natal, sekitar Rp 90 ribu/kg,” katanya.

Dua hari terakhir, harga cabai merah keriting dan rawit kembali turun menjadi Rp80 ribu/kg. Namun, harga jual kedua cabai tersebut masih tinggi. “Sepertinya sampai beberapa bulan mendatang harga cabai sulit turun hingga di bawah Rp 50 ribu/kg,” imbuhnya.

Kabarnya, cabai rawit maupun cabai merah keriting yang beredar di pasar berasal dari kecamatan Lengkiti dan Martapura (OKU Timur).

“Sedangkan suplai cabai dari Liwa (Lampung) dan Ranau (OKU Selatan) sudah lama tidak tersedia. Kabarnya cabai disuplai ke Lampung semua,” ujar Mak Hen, pedagang di Pasar Atas.

Selain sangat sedikit yang dijual di Kabupaten OKU, hasil panen cabai juga tidak terlalu banyak. Pasalnya, sebagian besar petani cabai belum masuk masa panen.

“Kemungkinan tiga atau empat hari kedepan, harga cabai rawit bisa naik sampai Rp 150 ribu/kg, dan Rp 170-180 ribu/kg harga cabai merah keriting,” jelasnya.

Kendati harga cabai turun, tapi dengan harga yang masih tinggi, tingkat penjualan cabai di pasar masih normal. Sebab, para pedagang eceran bakal menyimpan cabai untuk dijual di warung.

“Masih beli kiloan, pedagang warung menyimpan persediaan cabai supaya bisa tetap berjualan cabai dengan harga yang terjangkau,” tandasnya.

Dian, petani cabai di Gunung Raya Ranau, OKU Selatan menjelaskan, penyebab tingginya harga jual cabai di Baturaja karena belum seluruh petani cabai panen.

“Sudah ada yang panen, tapi tidak banyak. Mungkin dua bulan lagi baru panen. Wajar kalau mahal harga cabai mahal karena stok dari petani belum melimpah. Di sini (Gunung Raya), harga cabai Rp40 ribu/kg,” tandasnya. (stf)