Tahun Baru, Taman Kota Gelap Gulita

12
Suasana malam pergantian tahun di taman kota gelap gulita. Tak ada pengunjung, bahkan pedagang kaki lima pun diminta untuk menutup lapak. Hal ini dilakukan untuk menekan angka pengunjung di malam pergantian tahun. Dampak pandemi di malam tahun baru juga berimbas ke pedagang jagung manis. Foto: Mustofa/Oku Ekpres. (*)

OKU – Malam pergantian tahun di kota Baturaja sangat tidak biasa. Kendaraan di jalanan pusat kota Baturaja tak sepadat seperti malam pergantian tahun 2020. Terlebih lagi taman kota yang biasa menjadi pusat masyarakat berkumpul sangat lengang.

Petugas gabungan siaga di sejumlah titik yang menjadi pintu masuk ke taman kota. Sebut saja salah satunya jalur jembatan Ogan I. Di jalur tersebut, petugas memasangan dua penutup jalan. Mulai dari perempatan Ogan I dan di jembatan Ogan I.

“Banyak jalur yang diblokir. Seperti pertigaan RSUD Ibnu Sutowo, perempatan Kankemenag OKU, perempatan eks KPUD OKU, dan pertigaan Ogan III,” ujar salah satu petugas Polres OKU yang siaga di jembatan Ogan I pada 31 Desember malam.

Kendati jalan sudah diblokade, namun masih ada pengguna jalan yang nekat menerobos menuju taman kota. Penyebnya warga menduga di taman kota masih ada keramaian jelang malam tahun baru. “Pengunjung taman kota sudah dibubarkan. Pedagang diminta menutup lapak sejak pukul 22.00 WIB,” sambung petugas lainnya.

Tidak hanya itu, petugas gabungan juga memeriksa suhu tubuh pengunjung taman kota. Rapid tes dilakukan khusus untuk penggunjung yang suhu tubuhnya di atas 37 derajat. “Ada yang pengunjung yang di-rapid tes karena suhu tubuhnya mencapai 37 derajat,” ujar salah satu petugas Sat Pol PP OKU.

Detik-detik pergantian tahun dari 2020 ke 2021 diwarnai suasana gelap gulita di taman kota. Biasanya, fasilitas publik itu diramaikan kembang api aneka warna di angkasa. Namun, kondisi di malam itu sangat berbeda jauh. Hanya ada petugas saja yang siaga di bawah payung besar. Petugas juga mendatangi tempat hiburan yang masih buka.

Pelarangan perayaan pergantian tahun berdasarkan Maklumat Kapolri dan Surat Edaran (SE) Bupati OKU H Kuryana Azis terkait perayaan malam pergantian tahun di tengah pandemi.

Suasana pergantian tahun ini dirasakan pahit pedagang jagung manis. Eko, warga desa Penantian, kecamatan Sosoh Buay Rayap mengaku, penjualan jagung manis di malam tahun baru merugi. “Penjualan jagung habis dua pikul (100 kg). Tapi rugi,” ujar Eko yang dibincangi, kemarin (2/1).

Ia menjelaskan, calon pembeli enggan membeli jagung dengan harga yang ia tawarkan. Dijelaskan Eko, dirinya membeli jagung manis dari petani jagung di desa Penyandingan seharga Rp5 ribu/kg. Dirinya hanya menjual dengan harga Rp7 ribu/kg.