HD Beri Kado Jembatan Musi 6

Sementara itu, Kepala Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Sumsel, H Darma Budhy, SH.,ST.,MT mengatakan, peresmian ini sesuai dengan jadwal dan telah dilakukan Uji Beban dan Laik Fungsi oleh Komite Keselamatan Jembatan Terowongan Jalan (KKJTJ) Kementerian PU PERA tanggal 26 – 27 Desember 2020 lalu.

Dijelaskannya, konstruksi keseluruhan bentang Jembatan antara seberang Ulu dan seberang Ilir sudah tersambung dengan panjang total konstruksi Jembatan Musi VI yaitu 925 meter, lebar 11,5 meter.

“Untuk mengakomodir lalu lintas dua lajur, dua arah dengan lebar 8,5 meter trotoar 2×1,5 meter (kiri dan kanan), tinggi  clerance dari Sungai Musi 13 meter dan tinggi clerance di darat 5,2 meter dengan kapasitas dilalui oleh kendaraan muatan sumbu 8 ton,” ucapnya.

Menurutnya, proses pembangunan jembatan sendiri dilakukan melalui tiga tahapan. Tahap pertama, tahun anggaran 2015 – 2016 dilaksanakan oleh PT. Nindya Karya, tahap kedua tahun anggaran 2017 – 2018 dilaksanakan oleh PT. Nindya Karya – tahun anggaran 2019 (APBD –P) dilaksanakan oleh PT. Ratri Sempana.

“Tahap ketiga atau terakhir tahun anggaran 2020 dilaksanakan oleh PT. Ricky Kencana Sukses Mandiri – Pembangunan Jembatan Musi VI dilaksankan selama enam tahun,” ujarnya.

Kendati demikian, Darma mengakui jika proses penyelesaian jembatan tersebut sempat terkendala masalah pembebasan lahan dan baru tuntas pada tahun anggaran 2020 berkat komunikasi yang baik antara Pemprov dengan masyarakat.

Sedangkan jaringan Utilitas yang ada pada area konstruksi  Jembatan yakni Jaringan Utilitas PLN, TELKOM, PDAM.

“Lampu jembatan sudah dihidupkan sejak dua tahun lalu. Semuanya berfungsi dengan baik,” ucapnya.

Darma memaparkan, total anggaran pembangunan jembatan Musi VI dari awal hingga selesai sebesar Rp 548.549.567.544,53. Dimana pada tahap pertama tahun anggaran 2015-2016 sebesar Rp. 334.002.303.000, tahap kedua menelan anggaran sebesar Rp. 135.315.850.334 untuk tahun anggaran 2017-2018. Dan tahun anggaran 2019 (APBD-P) sebesar Rp. 10.371.673.210,45, dan tahap ketiga sebesar Rp. 68.859.741.000,00 untuk tahun anggaran 2020.

“Kita optimis jembatan ini bisa memecah atau mengurangi kemacetan arus lalu lintas dari Seberang Ulu ke Seberang Ilir maupun sebaliknya. Ini upaya kita meningkatkan layanan transportasi darat di Kota Palembang,” tegasnya.