2020, Angka Kriminalitas Meningkat

Kapolres OKU AKBP Arif H Ritonga, SIK. MH didampingi perwira Polres OKU menggelar konferensi pers di pos pam simpang 3 Ramayana. Foto: herli yansah/oku ekspres. (*)

OKU – Kapolres OKU AKBP Arif H Ritonga, SIK. MH mengungkapkan, angka kriminalitas di Kabupaten OKU meningkat sepanjang 2020 dibanding 2019. Hal ini dikatakan Arif saat menggelar press release penanganan kasus sepanjang 2020 pada 31 Desember lalu.

Selain Arif, press release yang digelar di pos pengamanan (pos pam) simpang 3 Ramayana itu juga dihadiri Waka Polres OKU Kompol C.S Panjaitan; Kabag OPS Kompol Bagus, SIK; Kasat Narkoba Iptu Jatra Tunggal; Kasat Reskrim AKP Priyatno; serta Kasat Lantas AKP Amalia.

Arif  menyebutkan, sepanjang 2020, angka kriminalitas yang ditangani Satreskrim Polres OKU mencapai 290 perkara dengan penyelesaian 244 kasus. Sementara, pada 2019, jumlah angka kriminalitas hanya 206 perkara dengan 168 kasus penyelesaian perkara. “Namun penyelesaian tindak pidana juga naik,” ucap Arif.

Untuk kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu, terdapat penurunan sepanjang 2020. Namun untuk penyalahgunaan ganja meningkat drastis. Selama 2020, ada 84 kasus yang ditangani, penyelesaian perkara 84 kasus dengan jumlah tersangka 95 orang. “Sedangkan pada 2019, jumlah kasus ada 92 dengan jumlah tersangka 106 orang,” terangnya.

Sepanjang 2020, barang bukti ganja yang disita sebanyak 2020,26 gram, sabu sebanyak  190,219 gram, serta pil ekstasi 50 butir. “Sedangkan barang bukti hasil sitaan pada 2019, ganja 1968 gram. Untuk ganja, yang paling banyak disita, rata-rata jaringan antar provinsi dengan 92 orang tersangka laki-laki dan 3 orang tersangka perempuan,” jelasnya.

Arif juga menegaskan, untuk penanganan kasus narkoba, ia tidak akan memberi  toleransi. Bahkan hal itu berlaku untuk personel Polres OKU.

“Di tahun 2020 ini, sudah terbukti salah seorang anggota Polres OKU yang terjerat kasus narkoba direkomendasikan ke Polda Sumsel untuk dipecat. Yang terbaru adalah dua oknum ASN di Kabupaten OKU yang terjerat kasus yang sama dan masih dalam proses,” tegasnya.

Selain itu, untuk tindak pidana korupsi, pihaknya mencatat ada dua laporan kasus penyelewengan Dana Desa hasil investigasi BPK dan hasil investigasi Inspektorat OKU. “Kerugian negara yang berhasil diselamatkan berjumlah Rp700 juta lebih,” pungkasnya. (lee)