Sawah Terbesar Terancam Puso

OKU TIMUR –  Areal persawahan terbesar di jalur Sungai Komering, tepatnya di Desa Mendayun, Kecamatan Madang Suku I, terancam mengalami puso, seiring dengan datangnya musim penghujan. Pasalnya, daerah tersebut sering terendam luapan Sungai Komering.

Kepala BPBD OKU Timur Mgs Habibullah mengatakan, masyarakat sangat mengharapkan upaya dari pemerintah untuk pembangunan dinding penahan. Sehingga, luapan air Sungai Komering dapat diminimalisir yang masuk areal persawahan.

“Keadaan areal persawahan itu sering mengalami banjir setiap musim hujan. Dikhawatirkan banjir menggenang saat datangnya musim panen, dan masyarakat setempat sangat mengharapkan dibangunnya dindin penahan ini, ” Katanya.

Areal persawahan yang berada di Desa Mendayun kata dia,  merupakan sentra persawahan yang terluas diwilayah jalur Komering. Sehingga, menjadi perhatian utama, mencegah terjadinya puso karena terendam banjir.  “Areal persawahan disana ada sekitar 2 ribu hektar sawah di Desa Mendayun,” Imbuhnya.

Dia menambahkan, pihaknya telah membuat pengajuan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengenai pembangunan dinding penahan tersebut. Bahkan, tim dari BNPB telah melakukan verifikasi datang langsung ke Desa Mendayun. Guna memastikan penting tidaknya pembangunan dinding penahan. Sehingga, luapan sungai tidak lagi merendam areal persawahan.

“Ada lima titik yang kami ajukan, dan panjangnya ada 1,2 kilometer. Dinding penahan banjir ini rencananya dibangun  setinggi 1,5 meter sampai  3 meter,” Ungkapnya.

Melihat hasil verifikasi  yang dilakukan BNPB pusat, lanjut Habib, pihaknya berkeyakinan  usulan mereka tahun 2021 ini akan direalisasikan, mengingat kondisi areal persawahan memang kondisinya sangat membutuhkan dinding penahan banjir.

“Kami optimis 2021 ini juga akan dikabulkan, karena menyelamatkan sawah petani yang cukup luas,” pungkasnya.  (clau)