Sistem Penyaluran Diubah Picu Kelangkaan Pupuk Subsidi

OKU – Kelangkaan pupuk bersubsidi di beberapa wilayah di Kabupaten OKU meresahkan petani. Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura OKU yang juga selaku Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) angkat bicara.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura OKU Joni Saihu melalui Kabid Sarana dan Prasarana (Sarpras) Agus Paharyono mengatakan, kelangkaan pupuk bersubsidi tersebut terjadi karena perubahan sistem penyaluran pupuk bersubsidi.

“Semula penyaluran pupuk memakai sistem manual. Nah, untuk di Januari mendatang, penyaluran pupuk bersubsidi memakai Kartu Tani. Oleh karena itu, stok pupuk bersubsidi di tahun 2020 dihabiskan dan tidak ada penambahan,” ucap Agus.

Dilanjutkannya, mulai Januari 2021 mendatang, semua penyaluran pupuk bersubsidi akan menggunakan Kartu Tani. Para petani wajib memiliki kartu tani untuk mendapatkan pupuk bersubsidi di pengecer. Selain itu, para pengecer akan menggunakan mesin EDC untuk menyalurkan pupuk bersubsidi kepada petani.

“Saat ini seperti masa transisi. Dari sistem manual ke sistem kartu tani, namun tetap melalui pengecer  yang sama dengan sistem yang baru. Pengecer pun akan dilengkapi mesin EDC, sedangkan petani akan menggunakan kartu tani. Insya Allah nanti di awal tahun, kita mulai dari nol lagi jumlah stok pupuk ini berdasarkan eRDKK (elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok) yang ada,” lanjutnya.

Ditambahkan Agus, saat ini di Kabupaten OKU memiliki 42 pengecer pupuk bersubsidi yang dilengkapi mesin EDC untuk menyalurkan pupuk bersubsidi kepada petani. “Dengan sistem baru ini, pendistribusian pupuk bersubsidi lebih tepat sasaran,” pungkas Agus. (lee)