Tewas dengan Mulut Berbusa

OKU – Warga Jl Husni Thamrin RT 04 RW 01, kelurahan Sukaraya Kecamatan Baturaja Timur digegerkan penemuan mayat laki-laki yang terbujur kaku.

Pria tersebut bernama I Gde Sugiana (26), warga Batumarta Unit VI, Kecamatan Madang Suku III, OKU Timur. Sehari-hari, Sugiana menjaga ruko. Ia ditemukan tak beryawa di salah satu ruangan ruko dalam posisi tidur sambil memeluk bantal guling.

Salah satu saksi mata, Taufik Gunawan menyebutkan, Sugiana ditemukan saat rekannya mendatangi toko itu sekitar pukul 18.00 WIB. Saat ditemukan, mulut Sugiana mengeluarkan busa putih. “Sedangkan darah tidak ada,” jelas Taufik.

Di lokasi Sugiana tewas, juga ditemukan beberapa jenis kembang, gelas dan, satu unit ponsel yang tergeletak di lantai. “Toko ini baru buka sekitar dua bulan lalu, jadi kami kurang kenal (dengan Sugiana). Yang jelas Sugiana sering tidur disini, kadang ada beberapa temannya yang menemani Sugiana,” tambah Taufik.

Taufik menyebutkan, pada 9 Desember, kedua orang tua Sugiana sempat datang untuk mengantarkan Sugiana beras. Dari kabar teman Sugiana, kata Taufik, sekitar pukul 10.00 WIB, Sugiana sempat keluar dan pulang beberapa jam kemudian.

Sementara itu, Gde Wira yang juga rekan Sugiana mengaku, Sugiana sempat menghubunginya untuk mengabarkan kurang enak badan. “Memang (Sugiana) sempat mengeluh. Sehingga ia minta saya untuk mampir bila lewat dekat ruko yang ia huni,” kata Wira.

Tewasnya Sugiana menimbulkan tanda tanya bagi Wira. Pasalnya Sugiana yang tewas berkaitan dengan uang setoran kiosnya yang hilang dalam jumlah yang cukup besar. “Berdasarkan data transaksi, ada Rp 67 juta uang tunai yang tidak ditemukan. Ini merupakan setoran dari hari Sabtu,” ungkap Wira.

Terkait hilangnya uang tersebut, Wira berharap polisi dapat menemukan uang tersebut. Namun ia tidak bisa memastikan apakah uang tersebut dicuri atau disimpan Sugiana di suatu tempat. “Polisi tengah mengecek rekaman kamera pengaman, namun kita belum tahu hasilnya,” tutupnya.

Terpisah, Kapolres OKU AKBP Arif H Ritonga, SIK . MH  melalui Kapolsek Baturaja Timur AKP Sulis Pujiono menerangkan, pihaknya tidak bisa menganalisa penyebab tewasnya Sugiana. Hal ini karena keluarga Sugiana tidak bersedia melakukan visum.

“Polisi sudah membawa korban ke RSUD. Namun keluarga korban tidak bersedia korban diperiksa untuk mengetahui penyebab kematian korban. Jadi saat di rumah sakit hanya dilakukan pemerikaaan luar. Dan tidak ditemukan tanda – tanda kekerasan,” ucap Sulis.

Mengenai kabar ada uang yang hilang dalam jumlah besar, Sulis mengaku belum mendapat laporan resmi dari pihak terkait. Ia juga menyebut, belum bisa menjelaskan motif kematian Sugiana.

“Kalau uang hilang itu, kita belum dapat laporan dari bank. Biasanya, kalau uang hilang, bank pasti membuat laporan ke kepolisian. Nyatanya sampai saat ini, kita belum terima laporan,” pungkasnya.

Sekedar informasi, ruko tempat Sugiana tinggal ini dijadikan tempat usaha. Salah satu usahanya adalah menjadi agen sebuah bank BUMN. Di ruko yang dihuni Sugiana, warga bisa melakukan tarik tunai uang seperti mesin ATM. (lee)