Setrika Picu Kebakaran Rumah

8

OKU – Kawasan sekitar SPBU Lubuk Batang di desa Lubuk Batang Baru, kecamatan Lubuk Batang, heboh. Pasalnya, pada 4 Desember malam terjadi kebakaran di rumah Heri Wajedi alias Jedik (51). Rumah tersebut tepat berada di seberang SPBU.

“Malam itu SPBU langsung tutup. Mungkin takut api itu menyambar SPBU,” ujar Isa, salah satu warga setempat, kemarin (6/12). Kepanikan terjadi sekitar pukul 20.30 WIB. Penyebabnya kepulan asap keluar dari atap dan sebagian dinding rumah.

Menurut informasi, api membakar bagian dapur rumah Jedik. “Tap yang terbakar hanya bagian dapur rumah,” ungkap Isa.

Beredar kabar, kebakaran tersebut dipicu oleh dua sebab. Yakni dari setrika, bahkan ada juga yang menyebut dari kompor gas. Karena bangunan yang terbakar di bagian dapur. “Kabarnya kebakaran dipicu oleh setrika. Tapi ada juga yang mengatakan, kebakaran tersebut dari kompor,” imbuhnya.

Dapur yang terbakar berupa bangunan semi permanen. Sebagian bangunan sudah batubata, namun di bagian atas rumah masih papan. Beruntung warga sangat sigap memadamkan api. Sehingga kobaran api tidak merambat ke rumah induk.

“Warga membantu pemadaman api. Beruntung tetangga korban punya usaha pencucian motor. Sehingga api bisa dipadamkan,” jelas salah satu petugas pemadam kebakaran.

Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) OKU tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 20.45 WIB hanya memadamkan bara api. “Empat mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi kejadian, tapi hanya satu yang difungsikan untuk memastikan bara api padam,” tandasnya.

Kepala DPKP OKU Aminilson mengatakan, kerugian akibat kebakaran ini sekitar Rp 50 juta. “Diduga kuat, kebakaran ini akibat korsleting listrik di dapur,” tandas Aminilson.

Kapolsek Lubuk Batang Iptu Harianto menambahkan, kebakaran bermula Heri dan Tenti Mala (istrinya) pamit kepada Dwi Hardianti (anaknya) hendak ke Baturaja untuk membeli makan malam sekitar pukul 19.30 WIB. Saat itu, Dwi sedang menyetrika pakaian di dapur rumah.

Beberapa saat kemudian, Dwi pergi ke rumah neneknya. “Ternyata Dwi lupa mencabut kabel setrika yang ia gunakan,” ucap Harianto.

Hinga pukul 20.30 WIB, lanjut Harianto, tetangga Jedik yaitu Ansori (58) melihat api besar di dapur rumah Jedik. Melihat hal itu, Ansori meminta pertolongan warga untuk memadamkan api.

“Ansori bersama warga lain berusaha memadamkan api, sementara anak Jedik lainnya (Rafika Aulia) menghubungi pemadam kebakaran dan menghubungi orang tuanya,” lanjutnya. Beruntung tak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut.

“Pukul 21.00 WIB, api berhasil dipadamkan dan api tidak sempat meluas. Dari hasil olah TKP, polisi mengamankan barang bukti setrika listrik yang rusak terbakar dan satu colokan listrik yang juga sudah terbakar,” pungkas Harianto. (stf/lee)