KPU Dituding Tidak Netral

OKU – Jelang pencoblosan, KPU OKU dihantam isu tak sedap. “Kita (KPU OKU) diisukan tidak netral karna iklan kampanye. Kami tegaskan, itu tidak benar. Kami harapkan masyarakat jangan terpancing informasi yang salah apalagi mendekati Pilkada ini,” ucap Ketua KPU OKU, Naning Wijaya.

Diterangkan Naning, terkait tudingan tidak adanya iklan kolom kosong, kolom kosong tidak boleh dikampanyekan. Pasalnya, berdasarkan UU No 10/2020 pasal 12 bahwa kampanye yang difasilitasi KPU adalah pasangan calon, sementara kolom kosong hanya sosialisasi,” tegas Naning.

Diakui Naning, ada beberapa pihak mendatangi KPU OKU yang menuding pihaknya tidak netral dalam iklan kampanye. Pihak yang menuding tersebut menyatakan KPU OKU tidak adil karena KPU OKU mengkampanyekan di media cetak, media elektronik dan media online hanya pasangan Bekerja, Lanjutkan! dan kolom kosong tidak disertakan. “Intinya, bahwa iklan kampanye selama 14 hari yang difasilitasi oleh KPU, itu hanya untuk pasangan calon,” ucap Naning.

Ditegaskan Naning, kampanye paslon ini berdasarkan UU 10 tahun 2016, yang difasilitasi KPU adalah iklan kampanye paslon. “Kolom kosong adalah disosialisasikan,” tukas Naning.

Kendati demikian, lanjut Naning, KPU OKU juga mensosialisasikan specimen surat yang di bagian atas bertuliskan ajakan “Ayo Memilih, 9 Desember 2020”. Specimen ini dipasang delapan billboard dan dapat disaksikan oleh seluruh masyarakat OKU di 13 kecamatan.

“Itu ditaruh sesuai dengan titik-titik yang bisa dijangkau dan bisa dilihat masyarakat,” terang Naning.

Selain itu, lanjut Naning, pihaknya mensosialisasikan pencoblosan dan spesimen surat suara ini PPK dan PPS. “Kami juga share itu di medsos. Singkat kata, kami sudah cukup banyak melakukan sosialisasi,” pungkas Naning. (bet)