49 Kendaraan Bakal Disidang

Foto: Mustofa/Oku Ekspres. Petugas Dishub Sumsel, Dishub OKU, Denpom, dan Polri menindak puluhan kendaraan barang yang melanggar aturan. (*)

BATURAJA BARAT – Kendaraan angkutan yang tidak sesuai aturan kembali ditertibkan Dishub Sumatera Selatan pada 19 November lalu. Bahkan, penertiban dan penindakan ini melibatkan Denpom, Polri, dan Dishub OKU.
“Razia ini menargetkan kendaraan angkutan barang,” ujar Kabid Lalulintas Dishub Sumsel Kurniawan dibincangi di terminal tipe A Batukuning yang menjadi lokasi razia. Penertiban kendaraan angkutan, sambung Kurniawan, hanya dilakukan di dua kabupaten. Yaitu Kabupaten OKU dan Muara Enim.
Hal ini terpaksa dilakukan karena anggaran yang terbatas. “Penertiban ini juga berlaku untuk angkutan batubara,” katanya.
Kabupaten OKU menjadi tempat penertiban karena Kabupaten OKU merupakan Jl Lintas Sumatera yang dilalui kendaraan angkutan barang antar provinsi atau antar kabupaten.
“Pelanggaran masih didominasi kendaraan luar Kabupaten OKU. Seperti Muara Enim dan Lampung,” sambungnya.
Terkait kendaraan provinsi lain yang terjaring razia, sebenarnya masalah tersebut sudah disampaikan saat rapat teknis Hubungan Darat (Hubdat). “Sudah kita sampaikan saat rapat, supaya setiap provinsi melalukan penindakan. Kalau sudah dijalankan, semua kendaraan barang akan standar kembali, ” imbuhnya.
Bahkan rencananya pada 2021 mendatang, seluruh angkutan barang yang masuk pelabuhan Bakauheni wajib berukuran standar. Namun melihat kondisi sekarang, rencana tersebut sepertinya belum terealisasi.
“Mungkin di 2023 baru bisa terealisasi karena masih banyak yang over dimensi over loading. Jadi kemungkinan selama dua tahun kedepan sifatnya sosialisasi, ” tandasnya.
Kepala Dishub OKU Firmansyah melalui Kasi Lalulintas, auhari didampingi Kasi Keselamatan Hasanudin menyebutkan, penertiban pekan lalu berhasil menjaring 49 kendaraan. “Pasal yang kenakan ODOL. Pasal 307 UU 22 tahun 2009. Berkas tilang akan pada 3 Desember mendatang,” sebutnya. (Stf)