Selempang Hejong Sarghat Didaftarkan ke Kemenkum HAM

H Elyuzar mendaftarkan Selempang Hejong Sarghat sebagai upaya Pemerintah Kabupaten OKU Selatan untuk mempertahankan dan melestarikan pakaian adat khas OKU Selatan. (*)

MUARADUA – Guna mempertahankan dan melestarikan pakaian adat khas Daerah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKU Selatan melalui Dinas Koperasi dan UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskorprindagkop) Kabupaten OKU Selatan mendaftarkan Hak Atas Kekayaan Intlektualnya (Haki) ke Kementrian.

Hak Atas Kekayaan Intelektual (Haki) tersebut berasal dari Suku Daya, Suku Haji, dan Suku Ranau tersebut berupa Kain Selempang Hejong Sarghat.

Pendaftaran Haki tersebut telah diusulkan oleh Dinas Korprindagkop ke Direktur Jendral HKI Kementrian Hukum dan Ham RI, Direktur Hak Cipta, Desain Industri, Desain Tata Letak, Sirkuit Terpadu dan Rahasia melalui Kepala Kantor Wilayah Sumsel Kementrian Hukum dan HAM RI Palembang.

Dalam pengajuan pendaftaran itu sendiri yang bertindak selaku Dewan Pembina Adat OKU Selatan, yaitu Hasan MK, dan Tim Diskorprindagkop saat ini tinggal menunggu sertifikat dari Kemenkum Ham, dan untuk pemegang Sertifikat Haki ini sendiri yakni Pemda OKU Selatan melalui Dinas Korprindagkop.

Hal ini sebagaimana yang disampaikan oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskorprindagkop) Kabupaten OKU Selatan, Drs. H Elyuzar, M.M melalui Kepala Bidang (Kabid) Koperasi dan UKM, Junaidi, SE, Selasa (17/11).

Dikatakannya, dengan ada pendaftaran Haki dari Pakaian Adat Khas dari 3 suku ini sendiri selanjutnya nanti kain khas yang ada di OKU Selatan dapat diusulkan kembali.

“Pemkab ingin mempertahankan dan melestarikan pakaian adat khas OKU Selatan. Jika tidak dilestarikan, dikhawatirkan akan punah ditelan zaman, dan dikhawatirkannya juga nanti di klaim oleh Kabupaten lain,” terangnya.

Dia menjelaskan, Kain Selempang Hejong Sarghat ini merupakan kain adat suku Daya, Suku Haji, dan Suku Ranau yang merupakan kain turun temurun yang dipakai 3 suku dalam acara pernikahan.

“Selanjutnya, elemen yang ada dan merupakan rujukan dari Kerajaan Sriwijaya (Kain Songket), dengan motif bunga yang cukup indah, hal itu perlu dijaga sebagai kekayaan adat OKU Selatan,” tandasnya. (dal)